Hasil Reses, Ari Ashari Ilham Menilai Permasalahan Paling Krusial Yakni Drainase

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham menilai permasalahan paling krusial yang dihadapi masyarakat Kota Makassar saat ini adalah soal banjir akibat pengelolaan drainase yang kurang maksimal.

Persoalan tersebut diakui Ari, ketika melakukan kegiatan reses pertama masa persidangan pertama tahun sidang 2022/2023 dibeberapa titik, mayoritas masyarakat mengeluhkan perbaikan drainase.

Seperti saat Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Makassar ini melakukan temu konstituen di Kompleks Hartaco Indah Blok 3M, RT 07 RW 06, Kalurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (3/12/2022).

“Ada beberapa aduan warga, yang pertama itu terkait permasalahan drainase di beberapa titik jalan, mengingat Hartaco ini adalah perumahan tapi akhir-akhir ini sudah dijadikan tempat untuk jalan potong,” ungkapnya.

Sehingga, kata Ari, ada keluhan dari masyarakat untuk beberapa ruas jalan itu drainasenya ditutup tanpa ada pengerukan terlebih dahulu demi pelebaran jalan.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Pak Sekretaris LPM Parangtambung bahwa ada saluran drainase yang masih butuh perbaikan sekitar 110 meter, itu tepatnya di Blok 3H Hartaco Indah,” ujar Ari.

Begitu juga di BTN Jongaya Indah Kelurahan Jongaya, kata Anggota Komisi B DPRD Makassar ini, permasalahannya juga sama terkait perbaikan drainase yang buruk.

“Kita melaksanakan reses di tengah-tengah musim hujan, jadi memang aduan masyarakat sebagian besar untuk segera dilakukan pengerukan drainase,” terangnya.

Karena itu, sambung Ari, menjadi cambuk bagi Pemerintah Kota Makassar agar jangan melakukan pekerjaan perbaikan drainase atau pengerukan sedimen saat mendekati musim penghujan.

“Karena istilahnya sudah musimnyami baru bekerja, jadi kadang masyarakat baru menerima banjir datang, drainasenya pun baru dikerjakan. Sehingga usulan kepada pemerintah Kota Makassar bahwa pekerjaan yang masuk ranah drainase itu dikerjakan di awal tahun, nanti pas musim hujan tidak ada lagi kendala banjir,” tegasnya.

Selain permasalahan drainase, Ari Ashari juga mendapat aspirasi dari masyarakat terkait sarana dan prasarana, khususnya lapangan olahraga yang sampai saat ini masih terbengkalai.

“Ada beberapa tempat sarana olahraga yang terbengkalai, jadi warga harap bisa di revitalisasi untuk diperbaiki kembali. Supaya bisa menjadi tempat masyarakat berkumpul, olahraga dan bisa menjadi tempat bermain anak,” beber Sekretaris DPD Nasdem Makassar ini. (Ril)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Pembinaan Karier dan Organisasi, Sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel Dimutasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sejumlah Pejabat Utama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengalami rotasi dan mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier personel, penyegaran kepemimpinan, serta penguatan kelembagaan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Kebijakan rotasi jabatan ini […]

Read more
Makassar SULSEL

Masjid Nur Intan dan Bosowa Peduli Gelar Donor Darah Ketiga Tahun 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pengurus Masjid Nur Intan Lestari kembali akan menggelar Donor Darah ketiga ditahun 2026 ini. Rencana akan digelar di dalam masjid pada hari Sabtu, (7/11/2026) usai sholat magrib hingga selesai. Madjid Nur Intan akan berkolaborasi dengan Bosowa Peduli dengan menyiapkan tas sekolah dan paket pangan (beras, gula pasir, minyak goreng, dan terigu). Kehadiran […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Menulis sebagai Cara Merawat Ingatan*

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, Penggiat Sekolah Ramah Anak, Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM – “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia,” tulis Malala Yousafzai, aktivis pendidikan yang juga dikenal sebagai penulis. Gadis kelahiran 12 Juli 1997 itu, berasal dari Swat Valley—tempat Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) melarang anak-anak perempuan keluar […]

Read more