Amran Mahmud Sambut Baik Kerjasama Pemerintah Desa dengan Unhas

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan harapan kepada Universitas Hasanuddin melalui Dekan Fakultas Ilmu Budaya bersama jajaran untuk membantu mengkaji, meriset dan merumuskan sesuatu yang bisa menjadi magnet bagi kawasan Wanua Tosora dan sekitarnya.

Harapan tersebut disampaikan Amran Mahmud saat menghadiri dan menyaksikan Penandatanganan Kerjasama dalam Pengembangan Desa Binaan Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin dengan Pemerintah Desa Masing-masing Desa Cinnongtabi, Tosora, Tellulimpoe, Tua dan Tajo Kecamatan Majauleng yang digelar di Objek Wisata Lembah Cinta, Desa Cinnongtabi, Jumat (19/5/2023).

Amran Mahmud menyambut baik kerjasama tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa Wanua Tosora ini merupakan sejarah besar, dimana ada kerajaan besar di Cinnongtabi ini yang merupakan kebanggaan masyarakat Wajo yang melahirkan tokoh-tokoh hebat.

“Bahkan sebuah peradaban yang disebut dengan peletak dasar demokrasi dunia. Jadi salah satu yang diakui dalam dunia demokrasi adalah Wajo ini selaku peletak demokrasi di dunia,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, di Tosora ini ada Masjid Tua dan Makam Syekh Jamaluddin Al Akbar Al Husaini yang merupakan salah satu cucu ke-11 Rasulullah SAW.

“Ini tentu bisa menjadi daya tarik nusantara, bahkan bagi dunia. Ini bisa menjadi perkenalan kita di dunia pariwisata dan dunia kebudayaan yang bisa menarik pemerhati budaya,” ucapnya.

Amran Mahmud pun mengapresiasi Dekan Fakultas Unhas bersama jajaran yang berkenan untuk hadir dan memberikan dukungan.

“Ini menjadi optimisme kami, Pemerintah Kabupaten Wajo akan terbangun sebuah magnet atau daya tarik besar di kawasan ini,”ucapnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Univeristas Hasanuddin, Prof Akin Dulli menyampaikan bahwa tujuan pendantanganan kerjasama tersebut sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Basis Kebudayaan di Wanua Tosora.

“Banyak segi aspek yang dapat digali dan dikembangakan di Wanua Tosora dari segi tradisi, adat istiadat, dan objek wisata dengan pengembangan kebudayaan dapat mempengaruhi peningkatan potensi pariwisata di Wanua Tosora seperti lembah cinta ini,” ucapnya.

Kegiatan turut dihadiri para Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Kepala OPD, Wakil Dekan dan para Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Camat Majauleng bersama Kapolsek, Danramil serta para Kepala Desa dan Lurah, Ketua Yayasan Budaya Wajo, para tokoh dan undangan lainnya. (APJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gowa SULSEL

Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Dipersempit, Satsamapta Polres Gowa Gencarkan Mobile Hunting

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Personel Perintis Presisi Satsamapta Polres Gowa terus meningkatkan patroli dialogis dan mobile hunting di wilayah Kecamatan Somba Opu dan sejumlah titik yang dinilai rawan, menyusul maraknya aksi pencurian yang meresahkan masyarakat, Kamis (15/1/2026) dinihari. Dalam patroli tersebut, petugas secara tegas melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan terhadap warga yang dicurigai, sebagai langkah […]

Read more
Makassar SULSEL

Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Pembangunan Kota, Wali Kota Makassar Temui Kapolda Sulsel

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin terus memperkuat sinergi lintas institusi demi menjaga stabilitas keamanan dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam agenda silaturahmi dan pertemuan strategis bersama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, yang berlangsung di Markas Polda Sulsel. Pertemuan ini menjadi ruang dialog konstruktif […]

Read more
Makassar SULSEL

Penanganan Banjir Makassar 2026 Lebih Baik, Air Cepat Surut dan Pengungsian Selesai dalam Hitungan Hari

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi atas penanganan banjir yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada kejadian banjir Januari 2026, genangan air di sejumlah titik terpantau lebih cepat surut, sementara masa pengungsian berlangsung singkat dan terkendali. Berdasarkan data di lapangan, pada 8 titik pengungsian yang terbentuk sejak 12 Januari, sebagian besar […]

Read more