Menjadi Warga Baru di Kodam, Pangdam: Kenali dengan Baik Slogan Kodam XIV/Hasanuddin 6K di Hati Kita

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam (Kabintaljarahdam) XIV/Hasanuddin Kolonel Cpl Ir. Tommy Mukti Widyastomo, memimpin tradisi Corps Penerimaan Bintara baru, bertempat di lapangan M. Yusuf Makodam, Kota Makassar. Jumat (16/06/2023).

Kegiatan tradisi penerimaan ini, merupakan bagian dari pembinaan satuan dalam rangka menanamkan semangat Corps dalam memupuk dan meningkatkan jiwa korsa, soliditas serta menumbuhkan rasa bangga dan rasa cinta terhadap Kodam XIV/Hasanuddin sebagai tempat untuk berkarya dan mengabdi, sekaligus menandai secara simbolis titik awal untuk menjadi bagian dari institusi TNI AD.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han), dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kabintaljarahdam menyampaikan selamat datang dan selamat memulai tugas pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat di Kodam XIV/Hasanuddin.

Dalam mengawali tugas di satuan baru, Pangdam berharap agar Bintara baru tersebut mampu menjadi prajurit sejati dan berjati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional yang memiliki disiplin, integritas, dedikasi, moralitas serta loyalitas yang tinggi sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Tanamkan dan implementasikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman, janji dan wujud kehidupan prajurit bersama masyarakat, sehingga keberadaan kalian mampu berkiprah tanpa kenal lelah sesuai dengan sesanti Setia Hingga Akhir,” ujarnya.

“Segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di mana kalian ditempatkan dan kenali dengan baik slogan Kodam XIV/Hasanuddin “6K DI HATI KITA” (Karakter, Kapabel, Kontemporer, Kompak, Kesemestaan dan Kerakyatan),” tandasnya.

Acara tradisi Corps ini diikuti oleh 104 Bintara baru, selanjutnya akan ditempatkan di satuan-satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin yang berada di wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra.

Sumber : Pendam XIV Hsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more