Dirangkaikan Peringatan Hari Anak Nasional, Bupati Wajo Buka Kampanye Perlindungan Anak

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri sekaligus membuka acara Kampanye Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Diskriminasi yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (16/10/2023).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional tahun 2023 ini digelar oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) dengan tema, “Anak terlindungi Indonesia Maju, Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak Menuju Kabupaten Wajo Layak Anak”.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan sejarah Hari Anak Nasional bermula dari Deklarasi PBB tentang Hak-hak Anak yang disahkan pada tanggal 20 November 1959.

Pada tahun 1989, PBB juga mengadopsi Konvensi Hak-hak Anak yang berfungsi sebagai instrumen hukum internasional yang mengakui hak-hak anak sebagai individu yang memiliki hak atas perlindungan, pengembangan, dan partisipasi. Di Indonesia, Hari Anak Nasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 Juli.

“Hari Anak Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Amran Mahmud, peringatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anak-anak dalam berbagai kegiatan, menggalang dukungan masyarakat untuk memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan anak, melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi serta menghormati hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Melalui momentum peringatan Hari Anak Nasional, Ketua ICMI Kabupaten Wajo ini berharap kesadaran dan perhatian terhadap hak-hak anak dapat semakin ditingkatkan, dan tindakan konkret untuk melindungi dan menghormati hak-hak anak dapat lebih banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Itu semua untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak pada tahun 2023 dan Indonesia Menuju Generasi Emas pada tahun 2045 tanpa perkawinan dan kekerasan terhadap anak.

“Selanjutnya pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan, partisipasi dan kerja kerasnya sehingga Kabupaten Wajo mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak tahun 2023 dan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan dan penanganan isu-isu anak di Kabupaten Wajo, khususnya dalam menurunkan angka perkawinan anak di Kabupaten Wajo,” ucapnya.

“Kiranya seluruh pemangku kepentingan untuk lebih meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam upaya-upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak,” pungkasnya. (APJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Kapolres Gowa dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si beserta staf dan seluruh jajaran Polres Gowa menyampaikan ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang diperingati pada Rabu (20 Mei 2026). Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk […]

Read more
Gowa SULSEL

Satlantas Polres Gowa Dukung Penataan Parkir Lewat Survei Gabungan

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa melaksanakan pendampingan kegiatan survei terhadap sejumlah bangunan yang tidak memiliki lahan parkir, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gowa dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulsel dan dipimpin langsung […]

Read more
Makassar SULSEL

Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Rencana Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea menuai gelombang penolakan dari masyarakat. Warga Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, menyatakan keberatan karena lokasi pembangunan dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan. Penolakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan antara […]

Read more