MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait gangguan koneksi server yang menyebabkan layanan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) terhambat lebih dari seminggu. Instansi tersebut menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas penyebab gangguan yang sempat membuat warga resah.
Dalam keterangan, Jumat (9/1/2026), Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah menyatakan, bahwa gangguan yang terjadi bukan disebabkan oleh kerusakan server atau masalah anggaran pemeliharaan. Gangguan tersebut diakibatkan oleh proses migrasi dan konsolidasi infrastruktur teknologi informasi Pemerintah Kota Makassar.
“Kami sedang beralih dari menggunakan layanan ISP komersial ke jaringan inti pemerintahan berbasis Single Data Center dan Government Cloud sesuai mandati Perpres SPBE,” jelas Andi Asminullah.
Menurut Andi Asminullah, langkah ini merupakan upaya strategis untuk menjaga kedaulatan dan keamanan data daerah. Dengan infrastruktur mandiri, data sensitif warga diharapkan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga.
Proses migrasi yang melibatkan perubahan alamat IP inilah yang membutuhkan waktu sinkronisasi dengan server pusat BPN di Jakarta, sehingga menyebabkan koneksi terputus sementara.
“Kami memahami dan turut merasakan kesulitan yang dihadapi warga. Tim teknis kami bersama Diskominfo Kota Makassar telah berkoordinasi intensif dengan tim TI BPN Pusat untuk mempercepat penyelesaian,” imbuhnya.
Dalam rilis ke media, Kepala BAPENDA menjamin bahwa setelah proses sinkronisasi selesai, layanan verifikasi e-BPHTB dan koneksi ke BPN akan kembali normal dengan stabilitas yang lebih baik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Bapenda Kota Makassar.
Merespons statement bahwa Kepala Bapenda Kota Makassar dinilai menghindari konfirmasi media, Andi Asminullah menampik tudingan tersebut.
“Jadwal kegiatan kami pada saat itu sangat padat dengan rapat koordinasi darurat untuk menangani masalah konektivitas,” ujarnya.
“Meski demikian, kami mengakui bahwa komunikasi ke media perlu ditingkatkan. Untuk itu, kami akan segera mengeluarkan siaran pers resmi dan membuka kanal informasi terbuka,” ujar Kepala Bapenda.
Masyarakat yang memerlukan layanan mendesak diimbau untuk menghubungi Bapenda Kota Makassar untuk mencari alternatif solusi sementara. Bapenda Kota Makassar berkomitmen penuh menyelesaikan gangguan ini secepat mungkin dan memperbaiki layanan demi kenyamanan masyarakat Kota Makassar.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa transisi ini. Perubahan ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa data masyarakat Makassar tidak bergantung pada ISP swasta, melainkan dikelola secara mandiri oleh pemerintah sesuai standar SPBE. Ini bukan sekadar teknis, tapi soal kedaulatan data daerah,” imbuhnya.
Bapenda Makassar menjamin bahwa setelah proses sinkronisasi alamat IP di sisi BPN selesai, layanan verifikasi e-BPHTB akan jauh lebih stabil. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau kanal informasi resmi Bapenda Makassar untuk perkembangan selanjutnya. (*)

