BONE, EDELWEISNEWS.COM — Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, Andi Muh Ihsan menegaskan, bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaan demokrasi dan pemilu di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Pancasila sebagai Landasan Etika Demokrasi dan Pemilu yang Bermartabat” yang diikuti oleh masyarakat umum, relawan demokrasi, dan tokoh pemuda.
Dalam kegiatan tersebut, Andi Muh Ihsan menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia memiliki karakter khas yang berbeda dengan demokrasi liberal di negara lain. Demokrasi Indonesia berlandaskan nilai-nilai Pancasila yang menekankan etika, moralitas, persatuan, dan keadilan sosial.
“Oleh karena itu, proses demokrasi dan pemilu tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan politik semata, tetapi harus dijalankan secara jujur, adil, dan berkeadaban,” ujarnyq .
Ia menyoroti masih maraknya praktik politik uang, polarisasi politik, serta rendahnya literasi demokrasi di tengah masyarakat. Menurutnya, politik uang merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai Pancasila karena merusak keadilan, mencederai kebebasan memilih, dan menurunkan kualitas kepemimpinan yang dihasilkan melalui pemilu. Praktik tersebut juga berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.
“Demokrasi yang bermartabat hanya bisa terwujud jika seluruh pihak berkomitmen menjunjung tinggi etika politik. Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, berkompetisi, dan berpartisipasi dalam proses demokrasi,” ujar Andi Muh Ihsan dalam pemaparannya.
Selain itu, Andi Muh Ihsan menekankan pentingnya partisipasi aktif warga negara dalam menjaga kualitas demokrasi. Partisipasi masyarakat tidak hanya terbatas pada penggunaan hak pilih, tetapi juga mencakup peran aktif dalam pendidikan politik, pengawasan pemilu, serta penolakan terhadap segala bentuk kecurangan dan politik uang.
Relawan demokrasi dan tokoh pemuda dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Dalam konteks meningkatnya polarisasi politik, peserta sosialisasi juga diajak untuk menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
Andi Muh Ihsan mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, ujaran kebencian, dan politisasi identitas, khususnya yang beredar melalui media sosial.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Andi Muh Ihsan berharap masyarakat Sulawesi Selatan dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etika demokrasi. Dengan demokrasi yang bermartabat dan berkeadaban, diharapkan persatuan bangsa tetap terjaga dan kualitas kehidupan demokrasi Indonesia semakin kuat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

