Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Dibayar di Minimarket Alfa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Indomaret, pemilik kendaraan di Sulsel kini dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di Minimarket Alfa Midi dan Alfa Mart.

Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak agar dapat membayar pajak tepat waktu dan terhindar dari denda bulanan.

Peresmian pembayaran PKB melalui Alfa Group ini dilakukan Asisten Bidang Administrasi Pemprov Sulsel Tautoto TR, Senin (9/12), mewakili Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang berhalangan hadir. Peresmian berlangsung di Alfa Midi Jalan Hertasning Baru Makassar.

Hadir antara lain Sekretaris Bapenda Sulsel Andi Winarno, Kabid PAD Bapenda Sulsel Darmayani Mansyur, Direktur Pemasaran Bank Sulselbar Rosmala Arifin, Branch Manager Alfa Midi Sulselbar Didik Kurniawan, Pamin I Samsat Makassar Ipda Siswaji, dan Kepala Jasa Raharja Sulsel Jahja Joel Lami serts Kabid dan Kepala UPT se-Bapenda Sulsel.

Tautoto mengatakan, pajak daerah merupakan sember pembiayaan pembangunan di Sulsel. Pada tahun 2019 pajak daerah ditargetkan sebesar Rp3,712 triliun lebih atau 89 persen dari total PAD yang ditargetkan sebesar Rp4.168 triliun lebih.

“Dari seluruh jenis pajak daerah, PKB memberi kontribusi terbesar dengan jumlah target sebesar Rp1,345 triliun lebih atau 36,32 persen dari total pajak,” katanya.

Melihat potensinya yang besar, lanjutnya, dan untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang serba cepat, mudah, dan transparan, Bapenda Sulsel menggandeng Bank Sulselbar dan Alfa Midi untuk memberikan layanan pembayaran PKB melalui Alfa Group di Sulsel yang mempunyai 174 gerai di Sulsel.

Direktur Pemasaran Bank Sulselbar, Rosmala Arifin menambahkan, hadirnya layanan PKB di Alfa Group akan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel.

“Kami selaku bank milik pemda selalu memberikan dukungan terhadap program pemerintah daerah meningkatkan PAD. Sebelumnya kami sudah bekerja sama dengan Indomaret, melayani pembayaran secara mobile banking, samsat keliling, dan layanan lainnya,” tambahnya.

Darmayani mengatakan, pelayanan ini akan memudahkan masyarakat dalam membayar PKB, utamanya wajib pajak yang harus membayar tepat waktu agar terhindar dari denda bulanan. Usai membayar PKB di Alfa, wajib pajak diberikan waktu 14 hari untuk membawa struk pembayaran untuk mendapatkan stempel pengesahan dan notice pajak di Samsat terdekat.

Tautoto menambahkan, jika melihat trend pemasukan PKB saat ini, ia optimistis Bapenda Sulsel dapat mencapai target PKB pada APBD perubahan ini.

“Kalau saya lihat trend dan kerja keras Bapenda Sulsel, saya optimistis dapat capai target PKB,” ujar Toto menjawab pertanyaan wartawan. Saat ini pencapaian PKB Bapenda Sulsel sudah mencapai Rp95 miliar. (hum)

Editor : Anisah S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more