GOWA, EDELWEISNEWS.COM — Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, Andi Muh Ihsan, menegaskan pentingnya penguatan demokrasi lokal yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan sebagai upaya menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi di daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Penguatan Demokrasi Lokal Berbasis Nilai Kebangsaan di Sulawesi Selatan” yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh lokal di Kabupaten Gowa (9 Januari 2026).
Dalam kegiatan tersebut, Andi Muh Ihsan menyampaikan bahwa demokrasi lokal merupakan fondasi utama demokrasi nasional, karena menjadi ruang terdekat antara masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.
Oleh karena itu, praktik demokrasi di tingkat daerah harus dijalankan secara beretika, berkeadaban, dan berpihak pada kepentingan rakyat, dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam bersikap dan bertindak.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika—memiliki peran strategis dalam menjaga agar demokrasi lokal tidak menyimpang dari jati diri bangsa. Nilai persatuan, musyawarah, toleransi, dan keadilan sosial harus terus ditanamkan agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi konflik sosial yang merugikan masyarakat.
“Demokrasi lokal yang sehat harus mampu mengelola perbedaan secara dewasa dan bermartabat. Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar, namun persatuan dan kepentingan masyarakat luas harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Andi Muh Ihsan dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Andi Muh Ihsan juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dan tokoh lokal dalam menjaga kualitas demokrasi daerah. Partisipasi aktif warga dalam proses demokrasi, pengawasan kebijakan publik, serta peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat sebagai penyejuk sosial dinilai sangat penting untuk menciptakan suasana politik yang kondusif dan harmonis.
Melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Andi Muh Ihsan berharap masyarakat Sulawesi Selatan semakin memahami pentingnya demokrasi lokal yang berlandaskan nilai kebangsaan.
“Dengan demokrasi yang kuat, beretika, dan inklusif, diharapkan tercipta pemerintahan daerah yang responsif, masyarakat yang harmonis, serta persatuan yang kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (*)

