Gelar Forum di Makassar, Kemendikdasmen Ajak Lintas Sektor Bersinergi Majukan Pendidikan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi komunikasi publik untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar serta menengah melalui Forum Komunikasi Publik.

Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” dilaksanakan di Aula Siporio, Lantai 2 Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha hadir membuka kegiatan secara zoom dan diikuti unsur pendidikan dari berbagai lembaga pendidikan di Sulawesi Selatan.

Yudhistira menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan pendidikan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan mudah dipahami terkait kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Menurut dia, komunikasi publik tidak lagi cukup berjalan secara satu arah. Pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang aktif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Yudhistira kemudian memaparkan pendekatan SIMI atau Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi yang kini menjadi strategi komunikasi publik di lingkungan Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui penyampaian informasi yang cepat, edukatif, dan solutif.

“Komunikasi publik harus hadir bukan hanya saat program diluncurkan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, pendampingan, hingga solusi terhadap persoalan pendidikan,” ujar Yudhistira dalam forum tersebut.

Tahap sosialisasi, kata Yudhistira bertujuan memperkenalkan program pemerintah secara menyeluruh kepada masyarakat.

Selanjutnya, tahap informasi menitikberatkan pada penyediaan data dan penjelasan yang valid agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.

Sementara itu, mitigasi dilakukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman atau potensi konflik akibat informasi yang tidak utuh. Adapun intervensi dilakukan ketika pemerintah perlu turun langsung menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Yudhistira menilai pendekatan SIMI mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan nasional. Selain itu, strategi tersebut membantu pemerintah mempercepat penyebaran informasi hingga ke daerah.

“Keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada komunikasi yang baik. Ketika masyarakat memahami tujuan program, maka dukungan publik juga akan semakin kuat,” katanya.

Forum komunikasi publik tersebut juga membahas sejumlah materi strategis terkait pembelajaran, penguatan karakter, hingga transformasi digital pendidikan.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, memaparkan materi mengenai pembelajaran mendalam atau deep learning dalam sistem pendidikan dasar dan menengah.

Ia menekankan bahwa pendekatan pembelajaran tidak boleh lagi hanya berorientasi pada hafalan materi. Sekolah perlu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah pada peserta didik.

Menurut Laksmi, pembelajaran mendalam memberi ruang lebih besar kepada siswa untuk memahami konsep secara utuh dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu belajar memahami, bukan sekadar mengingat. Pendidikan harus melatih kemampuan berpikir dan membangun karakter yang kuat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Guru, kata dia, perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital.

Selain itu, Laksmi mengingatkan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pemerintah daerah.

Sesi berikutnya menghadirkan Pelatih Ahli Teknologi dari Pusat Data Informasi, Gamal Abdul Rohim, yang membawakan materi tentang sosialisasi Program Rumah Pendidikan.

Gamal menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Kemendikdasmen untuk memperluas akses layanan pendidikan.

Program Rumah Pendidikan, kata dia, dirancang sebagai platform layanan pendidikan terpadu yang mendukung proses belajar, manajemen sekolah, hingga pengembangan kompetensi guru.

Ia menilai pemanfaatan teknologi digital mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

“Teknologi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Karena itu, pemerintah terus mendorong integrasi layanan pendidikan berbasis digital,” ujar Gamal.

Ia juga menjelaskan bahwa platform digital pendidikan akan membantu sekolah memperoleh data yang lebih akurat dan memudahkan proses pengambilan kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Selain mendukung pembelajaran, digitalisasi pendidikan juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah.

Sementara itu, materi mengenai budaya sekolah aman dan nyaman disampaikan Pranata Humas Ahli Madya Pusat Penguatan Karakter, Dina Ayu Mirta.

Dina menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Menurut dia, sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut.

Ia mengatakan, penguatan karakter tidak hanya berlangsung melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui budaya sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Sekolah yang aman dan nyaman akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menghargai sesama,” katanya.

Dina juga mengajak seluruh satuan pendidikan memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat dalam membangun budaya positif di sekolah.

Forum komunikasi publik tersebut berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait implementasi kurikulum, transformasi digital pendidikan, hingga strategi membangun komunikasi publik yang efektif di bidang pendidikan.

Panitia kegiatan menilai forum itu menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

Melalui kegiatan tersebut, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan mampu memahami arah kebijakan pendidikan sekaligus berpartisipasi aktif dalam mendukung program strategis pemerintah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luwu Utara SULSEL

Demi Keselamatan Rakyat, Pangdam XIV/Hasanuddin dan Gubernur Sulsel Bangun Tanggul Sungai Rongkong

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS.COM – Sebagai langkah strategis dalam memperkuat mitigasi bencana banjir sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang selama ini terdampak luapan air sungai, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, S.T serta unsur Forkopimda Luwu Utara melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan tanggul sepanjang 200 meter di Sungai Rongkong, […]

Read more
Makassar SULSEL

Acara Pisah Sambut Mewarnai Peringatan HAN 2026 di SDN Percontohan PAM Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di SDN Percontohan PAM terasa istimewa bukan saja untuk anak-anak tetapi juga bagi warga sekolah. Anak-anak sudah memenuhi halaman sekolah yang diteduhi rimbun pohon, sebelum kepala sekolah bergabung. Fahmawati, S.Pd, Kepala UPT SPF SDN Percontohan PAM, memberikan ucapan selamat Hari Anak Nasional, yang jatuh tepat pada Kamis […]

Read more
Makassar SULSEL

Juara Bertutur Kota Makassar Tampil Perdana dan Memukau di Hari Anak Nasional 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Penampilan perdana Adhisti Maitza Pranaya Ahmad, Juara I Lomba Bertutur bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026, sukses memukau pengunjung Atrium Bira, Mall Phinisi Point (PIPO) Makassar dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Makassar Tahun 2026, Kamis (23/7/2026). Dengan penuh penghayatan, Adhisti membawakan cerita “Teman Baru untuk Tandampalik” yang sarat […]

Read more