Malam Parakang Membuka Ruang Percakapan, Mengurai Ketakutan Menjadi Pengetahuan di Rumah Buku SaESA

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Parakang tidak pernah benar-benar pergi dari kehidupan masyarakat. Ia hidup dalam cerita yang terus berulang, berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nama itu muncul di teras rumah, di jalanan desa, di warung kopi, hingga dalam percakapan keluarga menjelang malam.

Sebagian orang mempercayainya sebagai makhluk gaib, sebagian lain menganggapnya sebagai bagian dari mitologi yang diwariskan turun-temurun. Tapi, di balik semua cerita itu, tersimpan satu hal yang jarang dibahas: mengapa ketakutan selalu menemukan bentuknya sendiri dalam setiap zaman?

Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu pijakan lahirnya Malam Parakang | Satan in Society, sebuah ruang diskusi yang digagas Rumah Buku SaESA untuk merespon terbitnya Gelar Zine Volume 25 dengan tema Parakang. Program ini hadir sebagai upaya memperluas percakapan yang selama ini hanya tertuang dalam halaman-halaman zine.

Menurut penyelenggara, tidak semua orang berkesempatan menjadi kontributor dalam penerbitan zine. Namun setiap orang memiliki pengalaman, cerita, dan kegelisahan yang layak untuk dibagikan. Karena itu, Malam Parakang dibuka sebagai ruang bersama untuk mempertemukan berbagai sudut pandang mengenai ketakutan yang hidup di tengah masyarakat.

Alih-alih berhenti pada cerita mistis, forum ini berupaya melihat Parakang sebagai fenomena sosial dan kebudayaan. Sebab dalam banyak kasus, cerita-cerita yang diwariskan masyarakat sering kali menjadi cara membaca kecemasan kolektif yang sedang berlangsung. Ketakutan tidak selalu lahir dari hal-hal gaib. Ia bisa tumbuh dari ketidakpastian, ketimpangan, hingga pengalaman hidup sehari-hari yang sulit dijelaskan secara sederhana.

Pada sesi perdana, Malam Parakang akan mengangkat tema “Hutang Urat Nadi”, sebuah topik yang mencoba menelusuri hubungan antara rasa takut, tekanan sosial, dan realitas kehidupan masyarakat. Tema ini akan dibahas bersama Gita Nur Febriani, sementara diskusi akan dipandu oleh Musakkir Basri sebagai moderator.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai, dan dapat diikuti secara daring melalui siaran langsung Instagram.

Melalui forum ini, peserta tidak hanya diajak menjadi pendengar, tetapi juga bagian dari percakapan. Cerita, pertanyaan, pengalaman, maupun rasa penasaran menjadi unsur penting dalam diskusi yang ingin membongkar berbagai lapisan makna di balik ketakutan yang selama ini diterima begitu saja.

Bagi penyelenggara, ketakutan tidak selalu harus berakhir pada mistisisme. Ada kalanya ia perlu dibicarakan agar berubah menjadi pengetahuan. Ada kalanya pula ia perlu dipertanyakan agar melahirkan kesadaran baru. Sebab sering kali, sesuatu yang dianggap menyeramkan justru menyimpan cara masyarakat memahami dirinya sendiri.

Malam Parakang menjadi pengingat bahwa cerita rakyat bukan sekadar warisan masa lalu. Tapi, juga merupakan cermin yang memantulkan kegelisahan zaman. Ketika ketakutan dibicarakan bersama, bukan tidak mungkin ia berubah menjadi pengetahuan yang selama ini luput dari perhatian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

SATUPENA Sulawesi Selatan Donasikan 50 Judul Buku kepada SMA Muhammadiyah Malino

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan, menyerahkan 50an judul buku kepada SMA Muhammadiyah, Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (26 Juli 2026). Buku-buku itu diterima oleh Nur Rahmah dan Nur Salam, siswa kelas XI, di Villa Masagena 3, Batulapisi. Kepala SMA Muhammadiyah, Malino, Surga Yanti, S.Pd.I, M.Pd mengucapkan terima kasih atas bantuan buku-buku yang […]

Read more
Makassar SULSEL

Dampingi Tim Verifikasi, Appi Optimistis Kelurahan Gunung Sari Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut tim verifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Poltekes, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Senin (27/7/2026). Rombongan tim verifikasi lapangan dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa […]

Read more
Makassar SULSEL

Untuk Cetak Talenta Digital dan Technopreneur Muda, Komdigi Siap Kolaborasi di MCH Nusantara

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Makassar Creative Hub (MCH) Nabuka Nusantara tak hanya disiapkan sebagai ruang berkumpul dan berekspresi bagi anak muda, tetapi juga diarahkan menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif dan technopreneurship di Kota Makassar. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Rama Krisna Prasetya, saat menghadiri […]

Read more