MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM– Setelah melalui rangkaian seleksi yang berlangsung selama dua hari, Lomba Bertutur Bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 akhirnya melahirkan para juara terbaik. Grand Final yang digelar pada Selasa (21/7/2026) di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar berlangsung meriah dan penuh semangat literasi dengan menampilkan 10 finalis terbaik hasil audisi sehari sebelumnya.

Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-14 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2010 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 sekaligus menjadi ajang pembinaan literasi anak yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang berlangsung objektif dan profesional, Juara I berhasil diraih oleh Nomor Peserta 46, Adhisti Maitza Pranaya Ahmad dari SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar dengan membawakan cerita “Teman Baru untuk Tandampalik” dan memperoleh nilai 2.718.
Sementara Juara II diraih oleh Nomor Peserta 32, A. Divya Elina A. Gafar dari SD Inpres Rappo Jawa Makassar melalui cerita “Nyunyi dan Labuaja” dengan nilai 2.675. Adapun Juara III diraih oleh Nomor Peserta 18, Ghina Althafunnisa dari SD Inpres Antang I Makassar yang membawakan cerita “Karaeng Patingaloang dan I Maninrori” dengan nilai 2.659.

Untuk kategori Juara Harapan, Harapan I diraih Maisha Adeiva dari SD Hangtuah Makassar dengan cerita “I Fatimah Dg Takontu: Srikandi dari Timur” (nilai 2.636), Harapan II diraih Anindya Gendis Thalita Putri dari SD Negeri 67 Rappokalling Makassar dengan cerita “Sebab Banyak Orang Pantang Makan Ikan Moa (Ikan Sidat)” (nilai 2.633), sedangkan Harapan III diraih Abid Firaz Yuswan dari SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Makassar melalui cerita “La Dana dan Kerbaunya” (nilai 2.631).
Kategori Juara Favorit masing-masing diraih oleh Nara Adhelia Sumardi Putri dari SD Inpres Maccini Baru Makassar melalui cerita “Petualangan Lakipadada” (nilai 2.626), Azqaira Zenara Ivandi dari SD Islam Al-Azhar 68 Summarecon Mutiara Makassar dengan cerita “Nene Pakande” (nilai 2.613), Ahkam Mujaddid Azizi dari Madrasah Ibtidaiyah Al Bashirah Makassar dengan cerita “Ananak Makkunfai Pattutu Lontara” (nilai 2.583), serta Andita Fanani Asbar dari SD Inpres Mallengkeri Bertingkat Makassar melalui cerita “Nene’ Mallomo” (nilai 2.581).
Para pemenang memperoleh penghargaan sesuai kategori. Juara I, II, dan III menerima uang pembinaan, sertifikat, plakat akrilik, serta bingkisan. Juara Harapan I hingga III memperoleh sertifikat, plakat akrilik, dan bingkisan, sedangkan empat Juara Favorit menerima sertifikat dan bingkisan. Seluruh peserta lomba beserta guru pendamping juga memperoleh sertifikat keikutsertaan dan mug merchandise Dinas Perpustakaan Kota Makassar sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Grand Final Lomba Bertutur tahun ini mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Hadir langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, didampingi Kepala Seksi Layanan Perpustakaan Umum UPT Perpustakaan Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primajanti.
Kehadiran jajaran Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam memperkuat budaya baca, melestarikan kekayaan budaya melalui tradisi bertutur, serta meningkatkan kemampuan literasi generasi muda sejak usia dini.
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, orang tua, dewan juri, panitia, dan seluruh mitra yang telah menyukseskan penyelenggaraan Lomba Bertutur Tahun 2026.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah proses pembinaan karakter melalui literasi. Menurutnya, kemampuan bertutur merupakan perpaduan antara kebiasaan membaca, keberanian berkomunikasi, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2026 sekaligus menjadi salah satu strategi Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam meningkatkan budaya baca masyarakat sejak usia dini. Kami berharap anak-anak yang tampil hari ini tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, mencintai budaya lokal, berpikir kritis, dan mampu menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Lomba Bertutur merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Oleh karena itu, peserta terbaik Kota Makassar akan dipersiapkan secara maksimal agar mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan, apabila lolos, berkompetisi di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan atas kehadiran dan dukungannya.
“Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar merupakan energi besar dalam memperkuat ekosistem literasi. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni, menjelaskan bahwa pelaksanaan Lomba Bertutur Tahun 2026 berjalan lancar mulai dari tahapan seleksi administrasi, technical meeting dan pembekalan, audisi hingga grand final.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini kembali menunjukkan tingginya antusiasme sekolah-sekolah di Kota Makassar dalam mendukung pengembangan budaya baca dan pelestarian budaya melalui kegiatan bertutur.
“Kami berharap sepuluh finalis terbaik tidak berhenti sampai di sini. Mereka merupakan aset literasi Kota Makassar yang akan terus kami bina dan libatkan dalam berbagai kegiatan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, seperti dongeng keliling di Car Free Day (CFD) dan berbagai kegiatan pembudayaan kegemaran membaca lainnya. Kami ingin mereka menjadi bagian tim literasi yang mampu menginspirasi teman-temannya untuk mencintai buku, membaca, dan melestarikan budaya daerah,” jelas Tulus.
Melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur Tahun ke-14 ini, Dinas Perpustakaan Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda Kota Makassar yang literat, kreatif, berkarakter, serta siap menjadi penerus bangsa yang mampu menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia melalui tradisi membaca dan bertutur.*)TWJ
Editor : Jesi Heny
