MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di tengah adanya kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan situasi tidak kondusif, Sabtu (29/8/2026).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan anak sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak tidak berada di lokasi kegiatan yang berpotensi terjadi kericuhan.
“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman dan edukasi sejak dini mengenai risiko yang mungkin terjadi ketika berada di tengah situasi yang tidak kondusif.
Orang tua, kata dia, diharapkan dapat memberikan arahan agar anak-anak lebih mengutamakan keselamatan serta kepentingan masa depan mereka.
“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.
Kombes Pol. Didik juga menegaskan bahwa Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun demikian, keterlibatan anak-anak dalam situasi yang berpotensi ricuh perlu menjadi perhatian serius.
Menurutnya, anak-anak masih membutuhkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan untuk ikut dalam kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Untuk itu, ia mengajak para orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak, termasuk mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan serta kegiatan yang mereka ikuti.
“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” tuturnya.
“Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Didik menekankan bahwa menjaga keselamatan anak bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak.
Keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah maupun kepolisian memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.
“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap situasi yang terjadi di ruang publik, ada anak-anak yang harus tetap dilindungi. Masa depan mereka jauh lebih berharga, sehingga pengawasan, komunikasi dan kepedulian orang tua menjadi benteng pertama untuk menjaga keselamatan mereka. (*)

