Covid-19, Ancaman Kesehatan Masyarakat Global

Oleh : Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, PhD

Covid-19 benar-benar telah menjadi isu global. Menurut WHO, per 8 Maret 2020, lebih dari 100 negara telah terinfeksi dengan jumlah kasus sekitar 105.586 kasus. Perkembangan kasus sangat cepat, dilaporkan dari jam ke jam.

Secara global sejak kasus pertama kali dilaporkan dari Wuhan, China, 31 Desember 2019 (ada yang menyebut secara resmi oleh WHO 7 Januari 2020), kasus ini terus bertambah. Delapan negara/wilayah yang melaporkan kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir yaitu Bulgaria, Kosta Rika, Kepulauan Faroe, Guyana Prancis, Maladewa, Malta, Martinik, dan Republik Moldova.

Kasus tersebut juga cukup meluas di Western Pacifik Region. China yang merupakan sumber dimana kasus pertama kali ditemukan menempatkan kasus tertinggi dengan jumlah sekitar 80.859 kasus dengan 3.100 kematian. Setelah itu disusul dengan Korea, Jepang dan Singapura. Tiga negara tersebut memiliki jumlah kasus yang relatif tinggi, apalagi Singapura dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit tetapi mempunyai kasus Corona yang cukup banyak yaitu 138 kasus.

Kasus Corona ini juga termasuk di South East Asia Region. Dimana negara pertama yang mengumumkan kasus Corona adalah Thailand, dan saat ini sudah mencatat 50 kasus, kemudian disusul dengan India yaitu dengan 34 kasus. Indonesia sendiri diumumkan kasus pertama yaitu pada tanggal 3 Maret 2020 oleh Presiden Republik Indonesia yang didampingi oleh Menteri Kesehatan, dan saat ini jumlah kasus positif meningkat dengan sangat tajam yaitu sudah teridentifikasi sebanyak 34 kasus (data WHO per 8 Maret 2020 masih terekam sebanyak 4 kasus). Negara terakhir untuk sementara yang melaporkan di region ini adalah Bangladesh dan Maldives.

Hal menarik dari kasus ini adalah ada kecenderungan orang atau negara untuk saling menyalahkan orang atau negara lain. Itulah fakta dan dampak dari penyebaran penyakit ini. Misalnya melalui pemberitaan media masa, orang Malaysia mengatakan, kalau pasien pertama kali sempat ke Indonesia, Indonesia mengatakan pasien pertama kontak dengan orang Jepang, Bangladesh mengatakan kalau kasus pertama kontak dengan Italia dan seterusnya.

Ini adalah penyakit menular sehingga sangat wajar saja kalau setiap negara berupaya keras untuk membuat prioritas utama, yaitu negara harus siap untuk meluncurkan respons cepat terhadap kasus pertama, kelompok pertama, dan bukti pertama dari transmisi masyarakat. Tindakan penahanan dini dapat membantu negara-negara menghentikan penularan. Oleh WHO sudah menyatakan bahwa risiok Corona ini termasuk ke dalam kategori sangat tinggi (very high).

Lalu apa yang harus dilakukan. Pertama adalah kenali gejalanya, misalnya virus ini dapat menyebabkan gejala ringan, seperti flu, dan juga penyakit yang lebih parah. Pasien memiliki berbagai gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Berdasarkan data saat ini, secara global 81% kasus tampaknya memiliki penyakit ringan, sekitar 14% tampaknya berkembang menjadi penyakit parah, dan sekitar 5% kritis.

Bagaimana mencegahnya? WHO merekomendasikan untuk melakukan langkah-langkah berikut:

1. Bersihkan tangan Anda secara teratur – cuci dengan sabun dan air, atau bersihkan dengan antiseptik berbasis alkohol.
2. Bersihkan permukaan secara teratur dengan disinfektan – misalnya bangku dapur dan meja kerja.
3. Mendidik diri sendiri tentang COVID-19. Pastikan informasi Anda berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

4. Hindari bepergian jika Anda demam atau batuk, dan jika Anda sakit saat dalam penerbangan, segera beri tahu kru. Begitu Anda tiba di tujuan, hubungi ahli kesehatan dan beri tahu mereka di mana Anda pernah.
5. Batuk atau bersin ke lengan baju Anda. Jika menggunakan tisu, buang tisu itu segera ke tempat sampah yang tertutup, lalu bersihkan tangan Anda.
6. Ambil tindakan pencegahan ekstra untuk menghindari area yang ramai jika Anda berusia di atas 60 tahun, atau jika Anda memiliki kondisi yang mendasarinya.
7. Jika Anda merasa tidak sehat, tinggal di rumah dan hubungi dokter atau profesional kesehatan setempat;
8. Jika Anda sakit, tinggal di rumah, dan makan dan tidur terpisah dari keluarga Anda, gunakan peralatan dan peralatan makan yang berbeda untuk makan. Jika Anda mengalami sesak napas, hubungi dokter Anda dan segera cari perawatan.
9. Adalah normal dan dapat dimengerti untuk merasa cemas, terutama jika Anda tinggal di negara yang terkena dampak. Cari tahu apa yang dapat Anda lakukan di komunitas Anda. Diskusikan bagaimana tetap aman di tempat kerja, sekolah, atau tempat ibadat Anda.

  • Penulis adalah Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, Alumni Public Health Leadership Program, Griffith University Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Musrenbang Kecamatan Mamajang 2026 Bahas Drainase, Koperasi Merah Putih, dan AMDAL

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Mamajang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada 26 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan usulan pembangunan prioritas yang akan diusulkan pada tahun anggaran mendatang. Musrenbang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Bappeda Kota Makassar, Kepala Dinas P2, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta sejumlah anggota DPRD […]

Read more
Pangkep SULSEL

Aksi Nyata Babinsa Tompobulu Jamin Keselamatan Warga di Tengah Keterbatasan Akses

PANGKEP, EDELWEISNEWS.COM – Wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan Babinsa Desa Tompobulu, Serda Suardi. Babinsa tersebut membantu warga yang mengalami hambatan akses transportasi akibat keterbatasan sarana penyeberangan di Sungai Kaloro’ Singara, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (26/1/2026). Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi solusi sementara atas kesulitan yang dihadapi warga. Sungai […]

Read more
Makassar SULSEL

Tingkatkan Akuntabilitas, Itjenal Laksanakan Taklimat Awal Reviu Laporan Keuangan Semester II 2025 di Kodaeral VI

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Laut (Itjenal) secara resmi melaksanakan Taklimat Awal Reviu Laporan Keuangan (LK) Unit Organisasi TNI AL Semester II Tahun Anggaran 2025 di wilayah Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) pada hari Senin (26/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus pengawasan tahunan untuk menjamin transparansi dan akurasi data […]

Read more