Pasien Covid 286 Asal Sulsel Kondisinya Mulai Membaik

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Jumlah pasien Covid -19 di Sulsel juga terus bertambah. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sulsel Ichsan Mustari merinci hingga Senin (23/3) pada pukul 14.00 wita diketahui, jumlah orang dalam pengawasan atau ODP mencapai 114 orang, 93 diantaranya dalam proses pemantauan, sementara 21 selesai pemantauan. 

Untuk pasien PDP mencapai 29 orang, 22 masih dirawat dan 7 sudah pulang dalam keadaan sehat. Untuk kasus positif angkanya masih dua orang. Satu dari angka tersebut meninggal.

“Tapi untuk pasien positif Covid 286 ini sudah dalam kondisi baik, tapi protokolnya harus di-up lagi. Sudah diperiksa hasilnya tadi dan kalau sudah negatif sudah bisa pulang,” ujarnya.

Sulsel Masih Menunggu Alat untuk Tes Massal

Tes massal Covid-19, sesuai Instruksi Presiden RI Jokowi belum diberlakukan di Sulawesi Selatan. Tim penanganan Covid -19 mengaku kesulitan dengan alat yang akan digunakan. 

Husni Thamrin, Kepala Bidang Kesehatan Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel mengatakan, belum memastikan untuk menggelar tes massal di daerah ini. Alat tes masih menunggu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 “Sampai saat ini belum ada informasi. Belum ada rencana kesana,” kata Husni pada video conference bersama media, Senin (23/3/2020).

Kata Husni, untuk rapid tes tidak akan sulit jika alat sudah ada. Apalagi, sudah ada Balai Laboratorium Kesehatan yang ditunjuk sebagai laboratorium resmi pendeteksi Covid-19 dari kementerian Kesehatan. Tidak lagi seperti selama ini. Hasil tes menunggu hingga berhari-hari dari Jakarta. 

Namun, untuk mereka yang akan menjadi peserta rapid test adalah yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19.

 “Tapi kita masih menunggu dari kementerian. Termasuk nanti apakah gratis atau tidak, kita belum tahu mekanisme tersebut,” jelasnya. 

Pemerintah sendiri sudah memesan alat tes dari China. 150 ribu test kit ini untuk mendeteksi pasien yang positif terjangkit virus corona. Adanya tes ini diharapkan bisa mendeteksi dini pasien corona dan sebagai langkah antisipasi pemerintah.

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid – 19 Achmad Yurianto mengatakan, screening test sudah dilakukan sejak Jumat (20/3/2020). Tes massal dilakukan pada kelompok yang berisiko. Titik awal ditentukan dari pasien positif yang dirawat di rumah sakit. Keluarga pasien kemudian akan dites menggunakan test kit ini. Jika  pasien melakukan aktivitas di luar rumah, seperti ke kantor, maka rekan kantornya pun diminta untuk melakukan tes ini.

“Ini dilakukan tahap awal untuk screening test. Ini akan lebih masif karena segera dilaksanakan. Kita bersyukur 150 ribu test kit segera bisa digunakan,” kata Yuri beberapa hari lalu.. 

Yuri mengatakan, pemerintah menyadari banyak masyarakat yang ingin sehat dan mengetes untuk tahu kena atau tidak penyakit tersebut. Jika memiliki gejala, diharapkan masyarakat tidak panik. Namun, dianjurkan untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. 

“Dari sana kemudian dokter secara profesional akan merekomendasikan apakah ada indikasi kuat untuk lakukan pemeriksaan swab, untuk mencari kemungkinan potensi virus dan kemana akan dirujuk,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan mendatangkan 1 juta test kit untuk memetakan penyebaran Covid-19. Diketahui, jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona kembali bertambah menjadi 579 orang pada Senin (23/3/2020). Korban yang meninggal pun meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.

“Jumlah kasus bertambah 65 dari data kemarin. Sehingga total kasus hari ini menjadi 579 orang,” ucap juru bicara pemerintah Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta. 

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan jumlah pasien Covid-19 pada Minggu (22/3), yang mencapai 514 orang, 48 Meninggal, dan 29 Sembuh. Sementara, jumlah korban meninggal dunia bertambah satu orang dari hari sebelumnya. Korban terbanyak masih berasal dari Jakarta, yakni 29 orang. “Total jumlah kematian 49 kasus,” kata Yurianto.

(*)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

178 Lapak PKL di Mariso Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Kini Dibongkar Mandiri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Melalui Pemerintah Kecamatan Mariso, sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) ditertibkan di empat kelurahan, Rabu (13/05/2026). “Penertiban tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mariso sebanyak 55 lapak, Kelurahan Panambungan 54 lapak, Kelurahan Kunjung Mae 46 […]

Read more
Gowa SULSEL

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Polres Gowa Gelar Apel Siaga Pengamanan Mako

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan pengamanan markas komando, Satuan Tugas (Satgas) 1 Polres Gowa menggelar Apel Siaga Mako yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Gowa AKP Alhabsi, S.H. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Apel “Briptu Azhabur Rifky” Polres Gowa dengan melibatkan personel yang tergabung dalam Satgas 1, Kamis (14/5/2036). Apel siaga […]

Read more
Makassar SULSEL

Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mewakili Gubernur Sulsel menghadiri rapat paripurna DPRD Sulsel yang membahas penetapan dan penyampaian rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025, di Makassar. Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi tahunan terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah di Sulawesi Selatan. Selain pembahasan rekomendasi […]

Read more