Angka Perkawinan Anak di Kabupaten Wajo Semakin Menurun

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Tahun 2023 peristiwa nikah yang tercatat pada Kementerian Agama Kabupaten Wajo adalah sebanyak 2.959 pasang dan  peristiwa pernikahan atau perkawinan anak sangat minim.

Hal ini disampaikan Pj. Bupati Wajo Andi Bataralifu saat menerima Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga pada monitorong dan evaluasi praktik baik pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Wajo, di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (26/3/2024).

Andi Bataralifu mengungkapkan, kalau Wajo sempat menjadi angka tertinggi perkawinan anak pada Tahun 2021, yang menjadikan perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada waktu itu. Bahkan Menteri berkunjung secara langsung di Bumi Lamaddukkeleng ini pada pertengahan tahun 2022 lalu.

“Alhamdulillah kunjungan Ibu Menteri waktu itu telah membuka ruang penyatuan komitmen kami bersama para Forkopimda, legislatif, lembaga peradilan, tokoh agama dan tokoh adat serta semua pihak untuk bahu membahu melakukan langkah pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Dan hasilnya memang tidak mengecewakan, 6 bulan terakhir tahun 2022 kasus perkawinan anak mengalami penurunan dan dilanjutkan pada tahun 2023,” ungkapnya.

Bataralifu menyebut, dari data per tahunnya juga mengalami penurunan, dimana pada tahun 2020 kasus perkawinan anak sebanyak 626 kasus, tahun 2021 sebanyak 694 kasus dan 2022 mengalami penurunan drastis menjadi 302 kasus atau mengalami penurunan 56,48 %.

Sementara, lanjunya, ditahun 2023 angka perkawinan anak terus mengalami penurunan menjadi 77 kasus atau 74,5 %.

“Semoga angka perkawinan anak terus menurun hingga angka nol atau zero perkawinan anak,” harapnya.

Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Lemendagri ini mengatakan, tahun 2022 terdapat 57 desa/kelurahan yang zero perkawinan anak dan tidak ada kecamatan yang zero perkawinan anak.

“Akan tetapi tahun 2023 sudah ada kecamatan yang zero perkawinan anak yaitu Kecamatan Sajoanging dan telah 141 desa/kelurahan yang zero perkawinan anak. Hal ini menunjukkan besarnya upaya yang telah dilakukan oleh semua stakeholder di Wajo dalam upaya pencegahan perkawinan anak,” jelasnya.

Orang nomor Wahid di Kota Sutera ini menjelaskan, setiap kasus yang ditangani membutuhkan assesmen dan pendampingan, minimal 4 kali, sehingga membutuhkan mobilitas yang tinggi para petugas untuk menjangkau wilayah 14 kecamatan, 190 desa/kelurahan, dengan topografi wilayah yang beragam.

“Oleh karena itu kami mengharapkan bantuan pengadaan mobil perlindungan atau Molin dan motor perlindungan atau Torlin yang dapat digunakan oleh para petugas UPTD PPA dan para aktivis pemerhati perempuan dan anak dalam memberikan pelayanan dalam pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak,” pungkasnya.

Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja – kerja nyata yang dilakukan oleh Kabupaten Wajo melalui berbagai upaya dalam menurunkan angka perkawinan anak.

Dimana kata Bintang Puspaga, terdapat penurunan jumlah yang mengajukan dispensasi kawin tahun 2023 secara sangat signifikan, dari 694 kasus di tahun 2021, sedangkan pada tahun 2023 turun drastis sejumlah 77 kasus. (res/ham/APJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Sabtu Gembira di SD Negeri Borong Makassar, Diisi dengan Aktivitas Seni

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – “Sekolah tidak akan maju dan sukses tanpa dukungan orangtua murid. Partisipasi dan kolaborasi orangtua dengan guru-guru bersama murid sangat diperlukan guna pengembangan inovasi sekolah,” kata Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, saat membuka Sabtu Gembira. Hari Sabtu, 10 Oktober 2026, di sekolah yang beralamat di Jalan Borong […]

Read more
Gowa SULSEL

Klarifikasi Denda Balap Liar, Satlantas Polresta Gowa Tegaskan Penindakan Sesuai Aturan Hukum

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Menanggapi pemberitaan di sejumlah media online terkait penindakan balapan liar di Kabupaten Gowa, yang menyoroti keluhan seorang warga mengenai denda hingga Rp3 juta terhadap anaknya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gowa menegaskan, bahwa penindakan terhadap pelanggaran balap liar memiliki dasar hukum yang jelas dan dilaksanakan melalui mekanisme sesuai ketentuan perundang-undangan, Minggu (11/10/2026). […]

Read more
Lingkungan Makassar SULSEL

Langit Makassar Berkabut, BPBD Ingatkan Bahaya PM2.5! Fadli Tahar : Jangan Tunggu Sesak untuk Melindungi Diri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kualitas udara masuk kategori tidak sehat pada pengukuran di Maros. Asap kebakaran hutan dan lahan serta pergerakan angin menjadi faktor yang perlu diwaspadai masyarakat Sulawesi Selatan. Kabut asap bukan sekadar membuat langit terlihat suram. Di balik udara yang tampak biasa, terdapat partikel polutan berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk jauh ke dalam […]

Read more