Gebyar Akhir Tahun, SD Negeri Rappocini Gelar Unjuk Karya P5 dan Market Day

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ceria dan bangga. Itulah yang terpancar di wajah murid-murid SD Negeri Rappocini, saat tampil di panggung Gebyar Akhir Tahun sekolahnya di Jalan Cilallang Jaya No 30 Kelurahan Buakana, Makassar, Selasa (19 Desember 2023).

“Ini kegiatan rutin yang dilakukan sekolah kami. Namun kali ini Market Day dirangkaikan dengan Unjuk Karya P5,” jelas Juli Astutik, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Negeri Rappocini.

Juli Astutik menambahkan, tujuan kegiatan ini agar anak-anak menjadi kreatif dan inovatif sejak dini. Selain itu, kegiatan Unjuk Karya P5 di akhir semester ini, juga dimaksudkan supaya tumbuh jiwa kewirausahaan di kalangan anak-anak.

Di SD Negeri Rappocini, lanjut Bu Juli, pada hari Sabtu, ada kegiatan P5 yang berkaitan dengan kearifan lokal. Misalnya, anak-anak membuat masakan tradisional khas Bugis dan Makassar. Menariknya, semua kegiatan ini merupakan partisipasi orangtua yang tergabung dalam komunitas GesitTa” akronim dari gerak cepat selalu inovatif keluarga kita.

Kepanjangan P5 adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Unjuk Karya P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. P5 memberikan kesempatan kepada peserta dididik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Kepanitiaan kegiatan ini merupakan kolaborasi orangtua dan guru.

Ketua Panitia, yang juga merupakan Ketua Forum GesitTa, Haykal Alpin mengemukakan, bahwa kegiatannya dapat terlaksana berkat semangat orangtua murid.

“Kami membuat proposal agar dapat memenuhi pendanaan kegiatan,” kata Haykal.

Salma, orangtua dari Widya, murid kelas 1C, mengaku senang dengan kegiatan seperti ini, karena membuat anak-anak menjadi kreatif. Gracella Rande, misalnya, membuat gelang dari bahan manik-manik, lalu menjualnya dengan harga antara Rp4 000-20.000.

Dalam kegiatan Market Day, ada beragam jualan yang ditawarkan, mulai dari aneka makanan, minuman, mainan, hingga pakaian bekas yang masih layak pakai. Ada pula barang-barang daur ulang yang dibuat jadi produk kreatif, seperti baju yang dikenakan Nona, murid kelas 1C, dalam fashion show.

Panggung Gebyar Akhir Tahun di SD Negeri Rappocini kian meriah dengan berbagai tarian tradisional dan tari kreasi yang dilatih sendiri oleh orangtua. Setiap kali penampilan, mereka mendapat tepuk tangan dari murid-murid, guru, orangtua, dan undangan yang hadir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more