Hari Juang Infanteri ke-75, Pangdam XIV/Hsn Komandoi Tonting YWPJ ke Garis Finish dengan Berlari

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM.– “Hidup Sudirman, hidup Sudirman. Sudirman pahlawan kami!” Terdengar lantang deru nyanyian semangat para prajurit Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) etape terakhir yang dilomandoi langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) menuju garis finish, di Mako Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti, Kota Makassar,.Selasa (19/12/2023).

Layaknya seorang pemimpin yang mampu memberikan contoh dan dorongan kepada para anggotanya untuk tetap semangat, nampak ditunjukkan oleh orang nomor satu di Kodam XIV/Hasanuddin ini. Ia pun menunjukkan hal yang berbeda dengan mengajak para Pejabat Utama (PJU)-nya untuk mendampingi Tonting di etape terakhir dengan berlari dan membawa senapan serbu sampai titik finish.

Setibanya di garis finish, Mayjen Totok beserta rombongan disambut bangga dengan nyanyian yel-yel oleh para prajurit Kodam XIV/Hassanuddin yang nampak bangga menyambut pimpinannya. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Hari Juang Infanteri ke-75 Tahun 2023 dan penutupan Tonting Yudha Wastu Pramuka yang dipimpin oleh Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI M. Syech Ismed, S.E., M.Han.

Dalam rangka memperingati hari Infanteri ke-75, Kasdam membacakan amanat Danpussenif Letjen TNI Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A dan menegaskan, Hari Juang Infanteri adalah hari yang ditetapkan sebagai momentum bersejarah bagi korps infanteri yang terjadi saat perang kemerdekaan, dimana memiliki nilai historis yang tinggi.

Histori hari Infanteri tak terlepas dari perang gerilya dibawah pimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman, dari peristiwa tersebut dapat diambil nilai jiwa nasionalisme cinta tanah air, rela berjuang, pantang menyerah dan manunggal dengan rakyat.

“Ibu kandung prajurit korps Infanteri adalah rakyat, nafas dan rohnya adalah pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara. Prajurit korps Infanteri harus bersama dengan rakyat, karena hanya bersama rakyat, prajurit korps Infanteri akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Upacara tersebut turut dimeriahkan dengan acara tradisional menampilkan kolosal perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, dilanjutkan dengan penanaman pohon kenangan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin dan penyerahan bakti sosial berupa sembako kepada warga tidak mampu.

Sementara itu Jenderal Totok dalam sambutannya disaat acara syukuran menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta Tonting yang telah berjalan menempuh jarak sejauh 177 km tanpa ada kendala apapun.

“Tadi di etape terakhir mungkin satu-satunya di Indonesia dilaksanakan dengan berlari. Selama saya jadi tentara mulai dari Letda sampai sekarang pasti jalan, ini baru lari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia berpesan kepada seluruh anggotanya untuk senantiasa berbenah diri serta meningkatkan kualitas diri, guna meningkatkan kinerja dan kemampuan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

“Banggalah kamu menjadi bagian dari TNI AD, apalagi kamu korps Infanteri harusnya kamu bangga karena tidak semua orang mendapatkan itu, kalau sudah bangga, setiap tugas yang diberikan agar dilaksanakan dengan maksimal, bukan hanya sekedar jalan apapun pangkatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more