Jabat Sekda Bulukumba Sembilan Tahun, Andi Bau Amal Masuk Masa Purna Bakti

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Tidak banyak birokrat memiliki karir seperti Andi Bau Amal, yang bisa menduduki jabatan Sekretaris Daerah selama 9 (sembilan) tahun atau dua periode kepemimpinan Bupati, serta 33 tahun 10 bulan selaku pamong pemerintah.

Capaian pembangunan dan torehan prestasi yang diraih Kabupaten Bulukumba, tentu tidak lepas dari peran strategis dari Sekretaris Daerah. Dia dinilai selama ini mampu menjembatani, menfasilitasi dan mengkomunikasikan berbagai agenda maupun kebijakan pemerintah daerah ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda dan DPRD Kabupaten Bulukumba.

Birokrat senior yang terangkat CPNS sejak tahun 1987 ini mengaku sedih dan bahagia memasuki masa purnabakti pada akhir Desember 2020 ini.

“Malam ini saya sedih sekaligus gembira. Selama 33 tahun saya mengabdi selaku ASN. Izinkan saya undur diri dari pengabdian ini, terkhusus buat Bapak Bupati yang telah membina dan membimbing saya, terima kasih, dan minta maaf kepada kita semua atas kekhilafan dan kesalahan,” ungkapnya pada Ramah Tamah Pelepasan Sekda Kabupaten Bulukumba, yang dilaksanakan secara terbatas di Same Resort Tanjung Bira, Senin 28 Desember 2020.

Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan, bimbingan dan arahan dari Bupati AM Sukri Sappewali, baik saat menjabat bupati periode pertama maupun di periode kedua ini.

“Saya sudah lama sama beliau. Saat itu saya menjabat tiga jabatan, yaitu Kepala Infokom, kemudian beliau menempatkan saya ke Asisten 1 dan Asisten 3,” kenang ayah dua anak itu.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali saat menyampaikan sambutannya mengatakan, sosok Sekda Andi Bau Amal mampu menjadi jembatan yang baik atas terjalinnya dan terselenggaranya pemerintahan yang baik. Meski telah memasuki purna bakti AM Sukri Sappewali berharap agar pengabdian tersebut tidak terhenti.

“10 tahun kebersamaan bersama adinda, bagi saya Pak Sekda ini pendingin dalam pemerintahan. Kalau saya marah wajar, itu semua dalam rangka perbaikan. Selamat jalan Pak Sekda, saya berharap hubungan kekeluargaan kita tetap berjalan,” ungkapnya.

Dalam ramah tamah itu, AM Sukri Sappewali  menghadiahkan cincin emas kepada Andi Bau Amal. Cincin hadiah itu sekaligus menjadi cinderamata atas kebersamaan yang telah terjalin baik selama ini.

“Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi ini sebagai bentuk ikatan kekeluargaan dan kebersamaan kita selama ini,” pungkasnya

Sebelumnya di hari yang sama, keluarga besar Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba menggelar ramah tamah pelepasan Sekda Andi Bau Amal memasuki masa purnabakti di Ruang Pola Kantor Bupati. Pada momentum tersebut, para pejabat, staf maupun tenaga honor memberikan testimoni kesan-kesannya terhadap kepemimpinan Andi Bau Amal. Hampir semua menyampaikan bahwa sosok Andi Bau Amal adalah pribadi yang jarang bahkan tidak pernah marah kepada bawahan. Beliau juga dinilai selalu memberikan perhatian kepada aparatur untuk mengembangkan kapasitas dirinya.

“Pak Sekda Andi Bau Amal yang mendorong saya untuk lebih berkembang, karena melihat potensi yang saya miliki. Jadi capaian saya saat ini berkat dukung dari beliau,” ungkap Handariah, salah satu Kasubag di Bagian Kesra Setda. (hms)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

Berkenalan dengan Kholbia dan Dita, Pebulu Tangkis Cilik Murid SD Negeri Borong, Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kholbia dan Dita, keduanya murid kelas 4A SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Di sekolahnya yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8, kedua anak ini bermain dan bersenda gurau, layaknya anak-anak seusianya. Siapa nyana, Kholbia dan Dita punya potensi sebagai pemain bulu tangkis andal di masa mendatang. Bulu tangkis merupakan […]

Read more
Bulukumba SULSEL

SSB Batugarumbing Tantang Teror, Pemuda Bontonyeleng Menolak Bungkam

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Teror tak menyurutkan langkah SSB Batugarumbing. Sanggar Seni Budaya desa ini menjadi sasaran setelah lantang menyeret isu “Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa.” Di balik perayaan dan gegap gempita Agustus, ada luka yang dibiarkan menganga: pemuda yang menuntut transparansi justru dibungkam dengan cara licik. Mereka diserang bukan lewat […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru terperosok dalam kegelapan. Tidak ada kegiatan 17 Agustus, tidak ada dukungan bagi pemuda, dan yang tersisa hanyalah kecewa yang menggumpal. Sanggar Seni Budaya Batugarumbing (SSB) berdiri di barisan depan menyuarakan keresahan. Ketua umum mereka, Muh. Alif Dermawan, […]

Read more