Kembangkan Kearsipan dan Perpustakaan, Kepala DPK Sulsel Kunjungi Bulukumba

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Bupati Bulukumba A.M. Sukri A.Sappewali menerima kunjungan kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan yang dipimpin Kadis DPK Sulsel Muhammad Hasan Sijaya, SH, MH tersebut diterima di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Jumat (31/1/2020).

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Bulukumba A.Baso Maskur menyampaikan jika kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan di Butta Panrita Lopi.

“Semoga Kunjungan Kadis Provinsi bersama rombongan dapat membawa harapan baru dalam membangun perpustakaan di Kabupaten Bulukumba agar lebih baik dan juga mampu memberi spirit berinovasi dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, tujuan kunjungan mereka dalam rangka pengembangan kearsipan dan perpustakaan serta sinkronisasi program dan kegiatan tahun 2020

“Kabupaten Bulukumba merupakan kota yang ke 9 yang dikunjungi. Kabupaten Bulukumba kaya akan penggiat literasi, untuk itu kedepan berbagai event nasional tentang literasi akan ditempatkan di Bulukumba,” ujar Hasan Sijaya.

Selain itu, pihaknya akan mengusulkan Bulukumba sebagai penerima manfaat program prioritas utama pembangunan nasional, dalam bentuk transformasi perpustakaan berbasis multi fungsi sosial berskala nasional. Dan juga akan dilaksanakan bimbingan teknis kearsipan yang pesertanya diharap seluruh OPD yang ada di Bulukumba.

“Tahun ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba bisa mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp10 M bahkan lebih dari Provinsi. Semoga anggaran itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Bupati Bulukumba A.M.Sukri A.Sappewali menyampaikan bahwa kunjungan tersebut surprise buat mereka dan menjadikan pencerahan dan  kesadaran tentang pentingnya perpustakaan dan kearsipan.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas kunjungan ini, yang tentunya dapat membimbing secara khusus tentang kearsipan,” kata Bupati.

Keberadaan dan fungsi perpustakaan baik yang ada di sekolah, kelurahan, dan yang lainnya merupakan salah satu penunjang peningkatan wawasan.

“Sudah masanya perpustakaan mampu menarik pengunjung, baik dari keindahan gedung, suasana dan penataan ruang yang menarik serta pelayanan yang baik dan ramah,” harapnya.

Bupati juga menghimbau pada DPK Bulukumba agar dapat menggunakan kesempatan dengan bertukar pikiran dan belajar dengan adanya kunjungan DPK Provinsi Sulawesi Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Ketua Tim Peggerak PKK Bulukumba, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bulukumba bersama jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, dan pengelola perpustakaan sekolah. (*)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

SSB Batugarumbing Tantang Teror, Pemuda Bontonyeleng Menolak Bungkam

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Teror tak menyurutkan langkah SSB Batugarumbing. Sanggar Seni Budaya desa ini menjadi sasaran setelah lantang menyeret isu “Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa.” Di balik perayaan dan gegap gempita Agustus, ada luka yang dibiarkan menganga: pemuda yang menuntut transparansi justru dibungkam dengan cara licik. Mereka diserang bukan lewat […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru terperosok dalam kegelapan. Tidak ada kegiatan 17 Agustus, tidak ada dukungan bagi pemuda, dan yang tersisa hanyalah kecewa yang menggumpal. Sanggar Seni Budaya Batugarumbing (SSB) berdiri di barisan depan menyuarakan keresahan. Ketua umum mereka, Muh. Alif Dermawan, […]

Read more
Bulukumba SULSEL

TALKs 2025: SaESA Membuka Jalan Kesadaran Pendidikan di Bulukumba

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di sebuah desa di Bulukumba bernama Bontonyeleng, suara bambu yang bergemerisik menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan pendidikan alternatif. Sekolah Anak Desa (SaESA) meluncurkan TALKs: meluaskan kesadaran, sebuah forum yang bukan hanya berbicara soal sekolah, melainkan soal masa depan anak-anak desa. Gerakan ini lahir dari kegelisahan. Terlalu banyak anak desa yang merasa pendidikan […]

Read more