Kepala SMPN 23 Terima SK Pendirian Perpustakaan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kepala SMP Negeri 23 Makassar, Hj. Sarina T didampingi tenaga perpustakaan menerima SK Pendirian Perpustakaan dari Dinas Perpustakaan Makassar. SK diserahkan Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Andika Cahyadi di ruang Perpustakaan SMP Negeri 23 Makassar, Rabu (5/2/2020).

SK Pendirian Perpustakaan ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Perpustakaan di daerah dalam hal ini Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Instansi ini mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang perpustakaan. SK tersebut menerangkan dan menguatkan bahwa Perpustakaan SMP Negeri 23 Makassar telah berdiri sejak tahun 1987 atau sejak sekolah pertama kali didirikan.

SK Pendirian Perpustakaan adalah salah satu bentuk upaya penguatan kelembagaan perpustakaan. Keberadaan perpustakaan termasuk di sekolah bukan hanya ruang pelengkap, tetapi sebuah institusi/ lembaga sesuai amanah Undang-undang.

Berdasarkan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 15 menyatakan bahwa pembentukan perpustakaan dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/ atau masyarakat dan memberitahukan keberadaannya ke Perpustakaan Nasional RI. Keberadaan Perpustakaan SMP Negeri 23 Makassar yang menempati gedung seluas 81 m2 telah dilaporkan ke Perpustakaan Nasional RI dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) : 7371091 D 1000001.

Nama Perpustakaan SMP 23 Makassar diberi nama Perpustakaan Tangguh sesuai dengan tagline sekolah. “Tangguh adalah akronim dari Tanggung Jawab, Agamis, Nasionalis, Gigih, Gotong Royong, Unggul dan Harmonis,” ungkap Kepala Sekolah Hj. Sarina.

Untuk menunjang aktivitas kegemaran membaca dan penguatan literasi sekolah, seluruh kelas telah dilengkapi sudut baca yang dikelola oleh masing-masing wali kelas dan siswa, yang aktivitasnya dipantau langsung oleh kepala sekolah. Selain itu, dalam waktu dekat akan dibuat juga jadwal khusus ke perpustakaan untuk masing-masing kelas.

Perpustakaan sekolah ini telah mempunyai ruang baca dan ruang audiovisual yang dapat menampung siswa 1 kelas dan memiliki fasilitas WiFi serta layanan sirkulasi buku bacaan dan buku paket terpisah. Ada juga teras baca dengan konsep lesehan yang sementara proses pembenahan.

“Sebelum perpustakaan sekolah ini diberikan pendampingan Sentuh Pustaka, perpustakaan ini terlihat gelap dan tidak nyaman. Sekarang sudah luas dan mulai teratur penataan buku-bukunya,” ungkap salah satu siswa pengunjung perpustakaan.

Penulis : Tulus Wulan Juni

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more