Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik : Saya Ingin Mengabdi pada Negara Lewat Lembaga Politik

ENREKANG, EDELWEISNEWS.COM – Menjadi wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD adalah tugas mulia. Mengurus rakyat dengan karakter dan watak yang berbeda – beda memberi seni tersendiri. Bahkan, jabatan tersebut menjadi jalan untuk dekat dengan rakyat.

“Karena masyarakat itu sesungguhnya mau diajak berkomunikasi dan bersilaturahmi,” jelas Muh. Idris Sadik, S.Sos, MM, Ketua DPRD Enrekang, Rabu (24/2/2021).

Ketika ditanya kenapa tertarik terjun ke dunia politik, lelaki kelahiran Maroangin 13 Maret 1969 tersebut menuturkan bahwa, dia ingin mengabdikan diri untuk bangsa dan negara melalui lembaga politik. Bahkan sejak masih berstatus mahasiswa dia sudah aktif di organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

“Saya ingin mengabdikan diri pada negara melalui kewenangan, tugas dan fungsi – fungsi kita dalam partai politik. Makanya setelah dilantik saya langsung bekerja. Turun bersilaturahmi ke konstituen, dan berterimakasih,” tutur suami dari Sitti Harfiah Abduh, S.IP tersebut.

Perjalanan panjang telah dilalui Idris Sadik dalam dunia politik. Dia memulai karir politiknya sejak tahun 2004 di Partai Golkar. Dan pada tahun itu pula dia terpilih sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Enrekang melalui sistem demokrasi terbuka tertutup. Dalam artian kalau suaranya lewat dari 30 persen maka tidak menggunakan nomor urut, tapi kalau berada dibawa 30 persen diberlakukan nomor urut.

Hingga saat ini, nyaris empat periode dia duduk sebagai anggota DPRD Enrekang. Itu bukan hal yang mudah. Mempertahankan kedudukan di tengah menjamurnya partai baru dan kader baru. Lalu apa trik atau ‘pesona’ yang ditebarkannya hingga masyarakat tetap memilihnya hingga empat periode?

“Kapital sosial. Itu modal saya. Investasi sosial. Selalu bersilaturahmi sejak awal menjadi wakil rakyat. Selalu bersosialisasi selama 5 tahun duduk di DPRD. Bagaimana memberikan pencerahan pada masyarakat, bagaimana menyikapi aspirasi. Tetap menjaga silaturahmi dengan konstituen. Itulah modal saya,” terang alumnus Fisipol UVRI Makassar tersebut.

Empat periode, berarti hampir 20 tahun duduk di gedung wakil rakyat. Pasti ada suka maupun duka yang pernah dirasakan.

“Sebenarnya terjun di dunia politik itu sudah harus siap dengan segala hal yang bisa terjadi. Suka bisa dirasakan ketika aspirasi dan keinginan rakyat bisa diakomodir. Dukanya, ya ketika aspirasi rakyat tidak mampu diakomodir. Tentunya banyak opini yang berkembang. Itu dukanya,” imbuhnya lagi.

“Namun, intinya, kami tetap memberi pelayanan terbaik bagi rakyat yang kami wakili,” ujarnya.

Jenjang karir dalam politik, Muh. Idris Sadik pernah menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Partai Golkar, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Enrekang, Sekretaris AMPG Kab Enrekang dan Sekretaris DPD II Partai Golkar Enrekang.

Penulis : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

Berkenalan dengan Kholbia dan Dita, Pebulu Tangkis Cilik Murid SD Negeri Borong, Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kholbia dan Dita, keduanya murid kelas 4A SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Di sekolahnya yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8, kedua anak ini bermain dan bersenda gurau, layaknya anak-anak seusianya. Siapa nyana, Kholbia dan Dita punya potensi sebagai pemain bulu tangkis andal di masa mendatang. Bulu tangkis merupakan […]

Read more
Bulukumba SULSEL

SSB Batugarumbing Tantang Teror, Pemuda Bontonyeleng Menolak Bungkam

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Teror tak menyurutkan langkah SSB Batugarumbing. Sanggar Seni Budaya desa ini menjadi sasaran setelah lantang menyeret isu “Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa.” Di balik perayaan dan gegap gempita Agustus, ada luka yang dibiarkan menganga: pemuda yang menuntut transparansi justru dibungkam dengan cara licik. Mereka diserang bukan lewat […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru terperosok dalam kegelapan. Tidak ada kegiatan 17 Agustus, tidak ada dukungan bagi pemuda, dan yang tersisa hanyalah kecewa yang menggumpal. Sanggar Seni Budaya Batugarumbing (SSB) berdiri di barisan depan menyuarakan keresahan. Ketua umum mereka, Muh. Alif Dermawan, […]

Read more