Komite Madrasah MAN 2 Makassar Gelar Rapat Koordinasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Komite Madrasah MAN 2 Makassar periode 2024-2027 menggelar rapat koordinasi (Rakor) perdana, dalam rangka membahas tentang tugas-tugas mereka sebagai komite sekolah, di ruang rapat MAN 2 Makasar, Jumat (22 November 2024).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite Prof A. Marjuni ini dihadiri oleh semua pengurus komite. Seperti Sekretaris Komite Firdaus Hamid, Bendahara Komite Ulfiani Rahman. Bidang Pendidikan dan Riset Prof Sufirman Rahman, Prof Jalaluddin, Muh. Akil Musi, dan Faisal Palapa.

Begitu juga dengan Bidang Sarana dan Pra Sarana, semuanya hadir dalam rapat tersebut. Seperti Mohamma Mochsen sebagai koordinatornya, juga tiga anggota bidangnya, Muhammad Hatta Tajang, Sutriani Pardi, dan Ishak Amin Rusly.

Kemudian untuk Bidang Kerjasama, Humas, dan Alumni, semuanya hadir. Mulai dari Mahyuddin selaku koordinator, juga Muhammad Akbar Rasjid (kk Ocha), Faizal Salahuddin Marowa, dan Irmayanti Yahya selaku anggota bidang.

Begitu juga dari pihak sekolah, seperti Kepala MAN 2 Makassar Darmawati, Wakil Kepala Bidang Fasilitas Sarpras Madrasah, Jamaluddin, dan para wakil kepala madrasah lainnya.

Rakor ini menghasilkan sejumlah output mengenai tugas mereka. Seperti memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan di MAN 2, juga memberi dukungan dalam hal pendanaan, pemikiran, tenaga, dan penyelenggaraan pendidikan.

“Kami mempertegas mengenai tugas-tugas kami sebagai komite madrasah. Termasuk mengontrol penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, menyusun rencana strategis pengembangan sekolah, menyusun dan menetapkan rencana program tahunan,” ujar Prof Marjuni.

Selain itu, mereka juga memiliki tugas dalam mengembangkan potensi ke arah prestasi unggulan, mengawasi pelayanan pendidikan di madrasah, juga menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari peserta didik, orangtua/wali, dan masyarakat,” terangnya.

Rapat ini berlangsung dengan suasana riang, nuansa kekeluargaan sangat terasa. Mereka juga membahas seputar transparansi anggaran komite ke publik, maupun program kerja pengurus komite madrasah.

“Kami juga membahas seputar fokus untuk membantu pihak madrasah, khususnya dalam perbaikan sapras pembelajaran. Termasuk membantu pihak madrasah dalam mewujudkan mappay srdrasah digital learning,” ungkapnya.

Sementara Anggota Bidang Kerjasama, Humas, dan Alumni, Ocha menegaskan, peran komite tidak hanya fokus untuk pengembangan internal madrasah. Tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak luar untuk mewujudkan banyak hal yang perlu disinergikan.

“Karena semua hal tentu butuh kolaborasi. Sehingga kerja sama dan komunikasi bersama instansi lain maupun pemerintah dianggap sangat penting, untuk kemajuan marasah, terkhusus MAN 2 Makassar,” tegas Ocha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more