GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Komunitas Pintu Literasi Indonesia sukses melaksanakan kegiatan sedekah duafa. Yakni berbagi paket sembako kepada para duafa di beberapa desa, di antaranya Desa Tanete, Rappoala, Cikoro, Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Ahad (15/03/2026).
Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan sejak tahun 2021, dan dilaksanakan setiap bulan, bukan hanya di bulan Ramadan. Ini sebagai wujud cinta literasi dan mencapai visi dan misi komunitas. yakni tercapainya literasi inklusi sosial.

Kolaborasi antara Komunitas Pintu Literasi dan Duta Baca Sulawesi Selatan serta Duta Baca Kecamatan Tompobulu sebagai wujud rasa syukur di bulan penuh berkah ini. Gerakan ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, selain menahan lapar dan haus.
Ramlah Rara selaku Founder Komunitas Pintu Literasi Indonesia, Duta Baca Sulawesi Selatan 2023/2028 dan Pemuda Pelopor Nasional 2025 yang juga dikenal sebagai penulis buku dan aktivis sosial dan literasi Sulawesi Selatan mengungkapkan rasa syukur atas kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan bulan ini terlaksana dengan baik berkat para donatur dan para pengurus. Kami selalu berharap para masyarakat kedepannya lebih banyak terlibat dalam gerakan sedekah duafa Rp 20.000 ini, agar program kami di komunitas tetap berjalan,” tuturnya.
Lanjutnya, gerakan seperti ini harus didukung bersama, pemuda yang layaknya sebagai tongkat penggerak kemanusiaan dan masyarakat bisa mendukung gerakan komunitas ini agar tetap lestari dan berlanjut.
“Seperti bulan ini ikut berkontribusi beberapa pelaku UMKM di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa dan ada pula yang berasal dari instansi pemerintahan. Seperti Kepala Puskesmas Kecamatan Tompobulu, Pegawai Bumdesma Kecamatan dan masyarakat umum yang memang memiliki visi dan misi yang sama,” imbuhnya.
Duta Baca Kecamatan Tompobulu yang ikut hadir membagikan paket sembako yakni Dea Ananda dan Siti Hardianti Ashari.
“Di tengah liburan kuliah kali ini kami memanfaatkan waktu kami untuk tetap bisa produktif dan berdampak untuk masyarakat, yang bukan hanya bertugas sebagai motivator gerakan gemar membaca dan cinta literasi dengan berbagai kegiatan literasi kami di komunitas, tapi gerakan seperti ini harus juga kami lakukan sebagai wujud pengaplikasian literasi inklusi sosial,” jelasnya.
Kegiatan ini direspon baik oleh masyarakat umum, terlihat beberapa donatur yang terlibat dalam kegiatan rutin ini, juga disambut hangat dan bahagia oleh masyarakat yang membutuhkan (duafa) atau tergolong miskin ekstrim.
“Terima kasih atas bantuannya selama ini dan semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” ungkap Dg Kadi masyarakat Kelurahan Malakaji (Pakere’), seorang disabilitas yang memang patut untuk diberikan bantuan. (*)

