MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Mamajang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada 26 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan usulan pembangunan prioritas yang akan diusulkan pada tahun anggaran mendatang.
Musrenbang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Bappeda Kota Makassar, Kepala Dinas P2, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta sejumlah anggota DPRD Kota Makassar. Selain itu, unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga turut berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Dalam pembahasan, masalah drainase menjadi salah satu fokus utama. Warga menyampaikan keluhan terkait sistem drainase yang belum optimal dan kerap menimbulkan genangan air saat musim hujan. Pemerintah daerah diminta untuk melakukan perbaikan dan normalisasi drainase sebagai upaya pencegahan banjir dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.
Selain infrastruktur, Musrenbang juga membahas penguatan ekonomi masyarakat melalui program Koperasi Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga, membuka lapangan kerja, serta menjadi wadah usaha bersama yang berkelanjutan di tingkat kecamatan.

Isu Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) turut menjadi perhatian serius. Warga menekankan pentingnya setiap kegiatan pembangunan memperhatikan dampak lingkungan agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Pemerintah diminta lebih tegas dalam pengawasan serta pelaksanaan AMDAL pada setiap proyek pembangunan.
Melalui Musrenbang ini, Kecamatan Mamajang berharap seluruh usulan yang telah dirumuskan dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Makassar tahun 2027, dengan mengedepankan pembangunan berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (*)

