Pemkot Bakal Wujudkan Tempat Bermain Anak di Pantai Losari

MAKASSAR,EDELWEISNEWS.COM – Angin segar bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, apalagi bagi orang tua dan anak yang akan berkunjung ke Pantai Losari.

Pemerintah Kota Makassar akan mewujudkan Taman Bermain Anak di area Anjungan Pantai Losari. Kehadiran taman ini akan memberi dampak positif bagi anak dan orang tua selama berkunjung ke Makassar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri A Palallo usai memimpin usulan kehadiran Taman Bermain Anak bersama Forum Anak Makassar di Kantor P2TP2A Makassar, Selasa (11/6).

Menurut Tenri, kehadiran taman bermain tersebut menjadi kesyukuran setelah Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb memberi signal positif.

“Kami ada signal Pak Wali mau kasih, ini luar biasa. Sekarang kami bertanya sama anak -anak Forum Anak Makassar, supaya mereka memikirkan hal ini. Karena kebutuhan anak – anak dipikirkan agar sesuai dengan yang diharapkan. Ini namanya perencanaan partisipasi,” kata Kadis DPPPA Makassar, Tenri A Palallo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman menjelaskan, kehadiran Taman Bermain Anak di Pantai Losari sangat penting. Kehadiran ini bahkan akan melengkapi sejumlah fasilitas lain yang ada di Losari.

“Kita sudah gelar pertemuan dengan Forum Anak Makassar, kita bahas apa saja yang akan hadir nanti. Ya, seperti tempat bermain anak, usianya dari 17 tahun kebawah, apakah masuk dalam usia balita atau remaja,” jelas Achi.

Lebih lanjut, katanya, ada dua usulan terkait taman bermain anak, yakni permainan tradisional dan moderen. Bahkan Kabid ini juga akan menghadirkan tempat foto instagramable bagi anak-anak kekinian dan milenial.

“Jadi mereka masih menginginkan permainan anak itu seperti permainan anak tradisional dan moderen. Permainan berupa engrang, lambesena, bakia, congklak. Moderennya mungkin seperti manjat tebing, skate dan sepeda. Jangan lupa ada juga tempat foto kekinian dan moderen,” paparnya.

Kreatifnya, Achi juga menerima masukan adanya zona nyaman antara orang tua dan anak. Tempat ini memberi ruangan bagi orang tua dan anak untuk ikut ambil bagian pada taman bermain anak nantinya.

“Bukan cuma anak yang kita pikirkan, orang tuanya juga akan hadir langsung terlibat di tempat itu. Ada zona nyaman, ya disini orang tua ikut terlibat bahkan lebih mendekatkan antara anak orang tuanya,” pungkasnya. (hum)

Editor : Salsabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Presiden Prabowo Resmikan Inpres Jalan Daerah 2025, Sulsel Dapat Alokasi Rp258 Miliar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM  – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2025 yang mengalokasikan anggaran Rp258,17 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan daerah di Sulawesi Selatan. Melalui program tersebut, sebanyak 20 kabupaten/kota di Sulsel akan memperoleh penanganan infrastruktur jalan sepanjang 62,54 kilometer guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Peresmian dilakukan […]

Read more
Makassar SULSEL

Addin Jauharuddin Lantik PW GP Ansor Sulsel, Tekankan Kader Kompeten, Kreatif dan Siap Wujudkan Ketahanan Pangan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Addin Jauharuddin resmi melantik Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2030 di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Jalan Perintis Kemerdekaan No. 29, Makassar, Rabu (24/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis bagi GP Ansor Sulawesi Selatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan […]

Read more
Agama Makassar

Ketika Khotbah Jumat Bisa Dipahami: Praktik Inklusi di Masjid IMMIM Makassar Bagi Teman Tuli

Oleh: Andi Zulfajrin Syam (Pegiat Inklusi) Bagi umat Islam, salat Jumat bukan hanya tentang menjalankan ibadah. Di dalamnya terdapat khotbah yang berisi pesan keagamaan, ajakan berbuat baik, dan informasi yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua jemaah dapat mengakses isi khotbah dengan mudah. Bagi difabel Tuli, khotbah yang disampaikan secara lisan sering […]

Read more