Pj. Sekda Hadiri Rakornas Ketahanan Pangan di Bandung, Sulsel Terima DIPA Dekosentrasi Ketahanan Pangan 2024

BANDUNG, EDELWEISNEWS.COM – Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2023 yang digelar Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) RI, di Holiday Inn Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7 Desember 2023).

Dalam kegiatan itu, Bapanas RI menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) melalui skema dana Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2024 ke daerah sebesar Rp153 miliar atau 34,65 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp442,6 miliar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang menerima dana dekosentrasi tersebut dengan total anggaran sebesar Rp6,7 miliar.

“Terkait dengan penyerahan Dipa yang kita terima untuk Sulawesi Selatan Alhamdulillah kita mendapatkan alokasi dari Bapanas melalui skema dana dekon itu Rp6,7 miliar,” ucap Arsjad.

Dana dekosentrasi ini, lanjutnya, akan dialokasikan untuk 3 kegiatan terkait program ketersediaan akses dan konsumsi pangan, yakni, pemantapan, ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan. Pengendalian kerawanan pangan dan pemantapan kewaspadaan pangan dan gizi. Pemantapan penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.
 
Sementara terkait program dukungan manajemen, kata Arsjad, yakni dukungan manajemen dan teknis lainnya Badan Pangan Nasional.

“Dengan diterimanya Dipa ini di akhir tahun 2023, kita berharap upaya-upaya persiapan untuk pelaksanaan 2024 sudah harus dilakukan. Jadi kita berharap mudah-mudahan persiapan-persiapan untuk administrasi, tata kelola, maupun petunjuk pelaksanaannya sudah bisa dilaksanakan atau disiapkan lebih dini,” ungkapnya.

Selain itu, Arsjad mengungkapkan, dana dekosentrasi ini juga akan dimanfaatkan untuk penyusunan peta daerah rentan rawan pangan di Sulawesi Selatan, meskipun kondisi daerah rentan rawan pangan di Sulsel pada tahun 2023 sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 lalu.

“Alhamdulillah 2023 ini daerah rentan rawan pangan kita sudah mengalami penurunan, dari yang tadinya 15 wilayah di tahun 2022 yang tersebar di 7 kabupaten, untuk tahun 2023 ini dari pemetaan mandiri yang sudah dilakukan teman-teman di kabupaten/kota Alhamdulillah wilayahnya sudah berkurang jadi hanya tersisa 4 wilayah yang masuk kategori rentan rawan pangan dan itu berada di kabupaten Selayar,” ujarnya.

Dengan demikian, Arsjad menegaskan, wilayah yang masih masuk dalam kategori rentan rawan pangan ini akan jadi perhatian pemerintah provinsi melalui pemanfaatan dana dekosentrasi tersebut sebagai upaya mengantisipasi dan mengatasi daerah yang rentan rawan pangan di Sulsel.

Terkait dengan Rapat Koordinasi Nasional Ketahanan Pangan ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan ini menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengingatkan kembali Pemerintah Provinsi, khususnya OPD yang menangani ketahanan pangan agar dapat memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan dana dekosentrasi tahun 2023, mengingat waktu efektif pelaksanaan program/kegiatan sudah memasuki akhir tahun.

Sementara itu, Mewakili Kepala Bapanas RI, Plt Sekertaris Utama Badan Ketahanan Pangan Nasional Sarwo Edhy dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya menyatukan gerak langkah dalam percepatan pelaksanaan dan evaluasi program dan kegiatan tahun 2023, sekaligus menyamakan persepsi bersama untuk mempersiapkan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2024.

“Tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan dekosentrasi di Badan Pangan Nasional Tahun 2023. Tercatat, realisasi serapan anggaran kegiatan dekosentrasi tahun 2023 masih sebesar Rp88,48 miliar dari total alokasi anggaran dekosentrasi sebesar Rp142 miliar atau sebesar 61,92 persen berdasarkan data SAKTI realisasi akrual per 5 Desember 2023,” jelasnya.

Berkaitan dengan anggaran tahun 2024, Sarwo menegaskan, saat ini telah terbit DIPA Badan Pangan Nasional tahun 2024 dengan total anggaran sebesar Rp442,6 miliar dari total pagu tersebut terdapat anggaran sebesar Rp153 miliar atau 34,65 persen yang dialokasikan ke daerah melalui mekanisme dekosentrasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LEGISLATIF Makassar SULSEL

Pansus LKPJ DPRD Makassar Tunda Pembahasan, Sejumlah OPD Dinilai Terlambat Serahkan Data

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan LKPJ Wali Kota Makassar Tahun Anggaran 2025, usai sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menyerahkan dokumen capaian program dan serapan anggaran menjelang rapat berlangsung. Adapun OPD yang hadir dalam pembahasan tersebut di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas […]

Read more
Makassar SULSEL

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah upaya menghadirkan wajah kota yang bersih, tertata, dan estetis, langkah nyata justru lahir dari inisiatif masyarakat itu sendiri. Di wilayah RW 05 Tamala’lang, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, para pemilik lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) secara sukarela melakukan pembongkaran bangunan yang selama ini berdiri di atas saluran drainase. Tanpa menunggu penertiban, […]

Read more
Makassar SULSEL

Kapolres Gowa Ikuti Anev Program Ketahanan Pangan Polri Secara Virtual

GOWA, EDELWEISNEWS COM – Kapolres Gowa Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si mengikuti Zoom Meeting Analisa dan Evaluasi (Anev) dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Robinkar SSDM Polri, Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Karobinkar SSDM Polri Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H dan diikuti jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, Kapolres Gowa […]

Read more