PKK Sulsel Gelar Bakti Sosial Bagi Ratusan Wanita Nelayan Patingalloang

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin melaksanakan bakti sosial bagi Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-Zahra yang terletak d Jalan Barukang, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Rabu (8/1/2020).

Didampingi Ketua Pokja I dan Pokja IV PKK Sulsel, Lies yang juga Ketua Yayasan Ayo Mengaji Sulsel, membagikan paket perlengkapan salat, kaca mata baca, dan paket makanan ringan kepada 150 lansia dan anak-anak. Selain itu, digelar pula pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga dibantu tim dari Rumah Sakit Haji dan Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar.

“Kami kembali masuk ke lorong-lorong, bertemu dengan para ibu lansia, berdiskusi untuk lebih tahu masalah yang mereka hadapi, juga memfasilitasi para ibu lansia yang mau mengaji. Kami menyediakan guru dan perlengkapan mengaji, juga ada pemeriksaan kesehatan gratis bersama tim dari Rumah Sakit Haji dan Rumah Sakit Sayang Rakyat,” terang Lies F Nurdin.

Lies menyampaikan apresiasi atas pemberdayaan ekonomi dan pendidikan informal yang berhasil dilakukan oleh Yayasan Fatimah Az-Zahra bagi para lansia maupun remaja dan anak.

Yayasan yang mulai berdiri sejak tahun 2007 tersebut, melakukan pemberdayaan ekonomi bagi 150 perempuan lanjut usia,dengan mengolah hasil laut menjadi aneka produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Diantaranya abon ikan, bakso dan nugget, ikan kering kemas, otak-otak, kerupuk ikan dan sebagainya.

Untuk mendukung produk ekonomi yang dihasilkan, Lies sebelumnya telah mengimbau supermarket maupun toko-toko yang ada di Makassar untuk membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.

“Saya anjurkan supaya supermarket dan toko tidak menolak produk IKM, jangan produk dari luar Sulsel yang banyak, sementara produk lokal tidak ada,” sebutnya.

Di kesempatan ini, Lies juga menyebutkan bahwa saat ini Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian menyediakan 150 kuota bagi IKM yang akan mengurus halal produk secara gratis.

“Dinas Koperasi siapkan 50, Dinas Perindustrian siapkan 100, ini sisa didaftar di kabupaten /kota masing-masing,” jelasnya.

Sementara, Ketua Yayasan Fatimah Az Zahra, Nuraeni mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh tim PKK Sulsel.

“Ini kali pertama seorang Ibu Gubernur mengunjungi tempat kami, kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” ucapnya.

Selain memberdayakan kaum lansia, pihaknya juga melaksanakan pendidikan informal bagi 70 anak-anak korban kekerasan di wilayahnya melalui Sekolah Anak Percaya Diri.

“Memberi pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak korban kekerasan, baik KDRT maupun kekeraaan seksual, melalui pendampingan dari psikolog dan pendidikan keterampilan dan pendidikan informal,” tutupnya. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Live Blackjack in Vermont: An In‑Depth Analysis Legal Landscape for Live Blackjack Vermont’s gaming authority, the Vermont Gaming Control Board (VGCB), oversees all gambling activities. In 2018, the state opened the door to online casinos, but operators now face a strict licensing regime: a $15,000 application fee, $7,500 yearly renewal, and mandatory IP blocking so […]

Read more
Uncategorized

Playing Online Blackjack in Oklahoma Oklahoma’s move into online gambling has unfolded through deliberate regulation and incremental technology adoption. With a tight focus on player protection and operator accountability, the state offers a limited but carefully vetted slate of blackjack options. For anyone looking to try their hand, understanding how the market is structured helps […]

Read more
Uncategorized

Die Rolle von Sportwetten ohne Oasis im deutschen Markt

Die Rolle von Sportwetten ohne Oasis im deutschen Markt Sportwetten ohne Oasis spielen eine zunehmend relevante Rolle im deutschen Markt, insbesondere nach den jüngsten Veränderungen in der Gesetzgebung und der Regulierung. Oasis, das zentrale Sperrsystem für die Wettanbieter, hat das Ziel, verantwortungsvolle Spielpraktiken zu fördern. Dennoch hat die Nachfrage nach alternativen Wettmöglichkeiten, die ohne diese […]

Read more