RSUD Regional La Mappapenning Terapkan Program Ibu Nyaman Melahirkan dan Langsung Pulang Bawa Akta Kelahiran

BONE, EDELWEISNEWS.COM – Direktur UPTD RSUD Regional La Mappapenning Bone, dr H Erwan Tri Sulistyo, menerapkan program Ibu Melahirkan dengan Nyaman dan Pulang Langsung Membawa Akta Kelahiran. 

Program tersebut dinilai Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh sangat luar biasa dan patut jadi percontohan.  Pasalnya, di era yang penuh kemudahan, betul-betul menjawab keinginan masyarakat. 

“Memang direktur RSUD Regional ini sudah layak jadi Eselon II. Apalagi dengan berbagai inovasi ini. Ini adalah staf yang bagus karena kalau yang seperti ini menghadap, bukan minta petunjuk tapi menawarkan opsi dan pimpinan sisa memilih,” kata Prof Zudan, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Regional La Mappapenning Bone yang pertama, Kamis (29 Agustus 2024).

Apalagi, dengan usia rumah sakit yang baru setahun, sudah memiliki pasien rata-rata 1.500 per bulannya. Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi sebuah rumah sakit. 

“Suprise ini ada presentase dari kepala rumah sakit tadi sangat menyenangkan, ini langkah yang  sangat luar biasa, baru umur satu tahun sudah mencapai 1.500 pasien per bulan,” kata Prof Zudan, yang juga meninjau fasilitas yang dimiliki rumah sakit tersebut.

Lebih jauh Prof Zudan menjelaskan, pembangunan rumah sakit regional di sejumlah daerah di Sulsel sejak era Nurdin Abdullah hingga Andi Sudirman Sulaiman sebagai bukti pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya pelayanan kesehatan. 

“Rumah sakit regional merupakan bukti pemerataan pembangunan infrastruktur khusus pelayanan kesehatan di Provinsi Sulsel. Ada di Makassar, ada di Bone dan ada di Parepare,” ungkapnya. 

Direktur UPTD RSUD Regional La Mappapenning Bone Sulsel dr H Erwan Tri Sulistyo menyampaikan terima kasih kepada Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan, Pj Ketua PKK Sulsel Ninuk Triyanti, dan Pj Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra, beserta yang lain, sudah hadir pada acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) UPTD RSUD La Mappapenning Bone. 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulsel pada saat itu Prof Nurdin Abdullah dan Bapak Andi Sudirman Sulaiman Wakil Gubernur Sulsel pada saat itu. Alhamdulillah rumah sakit ini begitu selesai langsung beroperasi pada saat itu. Ini adalah salah satu rumah sakit begitu selesai langsung dioperasikan,” pungkasnya. 

Hadir mendampingi Pj Gubernur Sulsel, Ketua DWP Provinsi Sulsel Melani Simon, dan Pj Ketua PKK Bone Andi Hikmawati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more