Sekprov Sulsel : Komunikasi Efektif Redam Potensi Konflik Agraria

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani membuka secara resmi Rapat Pembahasan Opsi Penyelesaian terkait Pengaduan Isu Konflik Agraria di Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Kamis (22/8).

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengharapkan dengan waktu yang tersedia pertemuan tersebut dapat lebih efektif dan efisien.

“Sesungguhnya jika kita berbicara pelayanan, kita kurangi diskusi tetapi perbanyak eksekusi, sekali lagi saya katakan demikian,” kata Abdul Hayat

Abdul Hayat menegaskan bahwa satu hal yang lumayan prinsip adalah ketika kita mengundang dan banyak yang diwakili, itu model lama.

“Kita sekarang mau reformasi birokrasi yang kuat, tepat waktu, kemudian tidak diwakili, sehingga target yang ingin kita capai bisa lebih tuntas, pengambilan-pengambilan keputusan itu bisa lebih riil, lebih konkrit,” tambahnya.

Terkait dengan problem solving, ia menjelaskan bahwa harus ada titik temu untuk melakukan percepatan-percepatan yang ada.

“Harapan kita lebih lanjut, tentu ke depan ini usaha-usaha preventif. Potensi-potensi konflik itu harus kita redam, kita harus kurangi, dengan cara komunikasi yang intens, bagaimana pemerintah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang regulasi-regulasi yang ada, itu salah satunya,” jelas Abdul Hayat

Sebagai penutup sambutannya, Abdul Hayat berharap melalui rapat pembahasan yang dilakukan tersebut diperoleh solusi yang cerdas untuk kepentingan semua.

“Mudah-mudahan hari ini kita betul-betul bisa mengefisienkan dan mengefektifkan waktu yang ada, sehingga target-target outcome bahkan impact, hari ini dapat kita capai,” tutupnya.

Hadir dalam rapat pembahasan tersebut Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM sekaligus Komisioner Pendidikan & Penyuluhan, Beka Ulung Hapsara, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Bakti Haruni, perwakilan Pemerintah Kota Makassar, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gowa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, perwakilan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kepala Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pihak terkait lainnya. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more