BEM dan Alumni FKM UPRI Bagi Sembako untuk Mahasiswa yang Tidak Pulang Kampung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – BEM FKM UPRI dan alumni FKM menggelar aksi bagi sembako kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pejuang Republik Indonesia yang tidak pulang kampung. Kegiatan dikawal langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKM UPRI Dr. Andi Alim Bagu, SKM M. Kes.

Hadir pula Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UPRI Suhendrik, S. Pd, MM.

M. Suyuti selaku Ketua BEM FKM mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19 di Makassar dan juga tidak bisa pulang kampung. Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 22 Mei 2020 hingga tanggal 26 Mei 2020.

“Selama masa pandemi ini, banyak keluhan dan keresahan yang sampai di telinga saya, terkait teman – teman yang tetap tinggal di Makassar. Mereka sangat kesulitan dalam hal ekonomi. Pengiriman sembako dari kampung sudah tidak bisa. Bahkan ketika ingin pulang kampung warga yang ada di desa kami menolak, dengan alasan mereka berasal dari wilayah zona merah. Jadi mau tidak mau harus berani mengambil risiko terseok-seok di Makassar selama masa pandemi ini,” terang M. Suyuti.

Sementara Andi Alim Bagu WD III FKM mengatakan, bahwa dia sungguh prihatin dengan mahasiswanya. “Dengan turunnya saya ke lapangan seperti ini, saya berharap dapat menguatkan kembali mental mahasiswa untuk terus survive di tengah ekonomi kita saat ini yang sedang carut marut. Dengan adanya kegiatan seperti ini saya juga dapat dengan mudah menentukan mana mahasiswa yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari kampus,” tutur Andi Alim.

Lanjut Andi Alim, bantuan berasal dari institusi FKM UPRI serta dosen dan alumni FKM UPRI. Bantuan diberikan kepada mahasiswa yang tidak pulang kampung dan memilih menetap di Makassar.

Dekan FKM UPRI Makassar Prof. Dr. Arlin Adam, SKM, M. Si menyatakan jika bantuan sembako dari FKM untuk mahasiswa yang tidak mudik sebagai bentuk keprihatinan atas melemahnya daya beli mahasiswa akibat pandemi Covid-19. Kemungkinan pandemi mengakibatkan orang tua mahasiswa turut menjadi korban PHK.

“Kami berharap bantuan ini dapat menstimulasi pihak-pihak lain agar kiranya turut memberikan bantuan juga, sehingga mahasiswa yang terdampak Covid-19 bisa bertahan hidup dalam kondisi yang layak,” harap Guru Besar FKM UPRI tersebut.

Prof Arlin juga berterima kasih kepada Wakil Dekan III dan lembaga kemahasiswaan FKM yang telah bekerja keras mengumpulkan bantuan untuk selanjutnya dibagikan kepada mahasiswa yang benar-benar paling membutuhkan.

Penulis : Yayank Prawanzah Ramlan

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Terkait Isu Kepala Sekolah Mundur, Disdik Sulsel Tegaskan Evaluasi Dilakukan untuk Penguatan Kinerja dan Mutu Pendidikan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan, bahwa evaluasi terhadap kinerja kepala SMA dan SMK merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan yang dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan organisasi. Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Andi Iqbal Najamuddin, mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan program pendidikan berjalan efektif dan mampu memberikan layanan terbaik kepada peserta […]

Read more
Makassar SULSEL

Baznas RI Kawal Seleksi Capim Baznas Makassar, Fokus pada Kompetensi dan Integritas

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Proses seleksi calon pimpinan dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, memasuki tahapan krusial. Dari sejumlah peserta yang mengikuti penjaringan, kini tersisa 10 nama terbaik yang akan bersaing memperebutkan lima kursi pimpinan Baznas Kota Makassar periode mendatang. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa proses seleksi yang berjalan secara baik, […]

Read more
Makassar SULSEL

Demi Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, Kreativitas, dan Kemandirian, SDN Parinring Makassar Gelar Market Day

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Market Day atau Hari Pasar bukan cuma ajang mempertemukan penjual dan pembeli tetapi ada proses belajar di sana. Market Day yang ada di sekolah, paling tidak bertujuan untuk mengasah jiwa kewirausahaan, kemampuan berhitung, serta keberanian dalam berkomunikasi. “Alhamdulillah, kegiatan Market Day SD, yang diadakan di sekolah kami berjalan lancar. Anak-anak, guru, dan […]

Read more