Wakil Ketua MPR RI Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Mako Lantamal VI Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. Sjarifuddin Hasan, SE, MM, MBA melakukan kunjungan kerja ke Mako Lantamal VI Makassar, Kamis (21/10/2021). Kunjungan tersebut untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. Acara digelar di Gedung Sultan Hasanuddin Mako Lantamal VI.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut diikuti seluruh Perwira Menengah dan perwakilan prajurit Mako Lantamal VI serta ibu – ibu Jalasenastri Korcab VI DJA II.

Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI Makassar) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, SE, MM, CHRMP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dr. Sjarifuddin Hasan beserta rombongan di Mako Lantamal VI.

Kunjungan Wakil Ketua MPR RI ini merupakan yang kedua kalinya, setelah kunjungan spesifik Komisi 1 DPR RI pada bulan September 2021 yang lalu.

“Dan kegiatan sosialisasi pada hari ini, sekaligus merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Lantamal VI, karena kami mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengikuti pencerahan secara langsung tentang Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Danlantamal VI.

Dalam sosialisasinya Sjarifuddin Hasan menyebutkan, empat pilar tersebut adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat, dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.

Nilai-nilai luhur itu adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi, dan konteks yang berbeda. Dalam hal ini, posisi Pancasila tetap ditempatkan sebagai nilai fundamental berbangsa dan bernegara,” ujar Wakil Ketua MPR.

Sjarifuddin Hasan berharap, semoga sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dapat memberikan manfaat bagi segenap prajurit Lantamal VI untuk lebih mempertajam wawasan, pengetahuan, dan pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, dan yang lebih penting adalah bagaimana dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wakil Ketua MPR RI Jafar Hafsah, Wadan Lantamal VI Kolonel Marinir Marsono, S.A.P, para Asisten Danlantamal VI, Kakuwil Lantamal VI, Kafasharkan Makassar, Danyonmarhanlan VI, Sekertaris Kesbangpol Prof Sulsel, Ketua Korcab VI DJA II, Para Kadis dan Kasatker Lantamal VI. (Ril)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gowa SULSEL

Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Dipersempit, Satsamapta Polres Gowa Gencarkan Mobile Hunting

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Personel Perintis Presisi Satsamapta Polres Gowa terus meningkatkan patroli dialogis dan mobile hunting di wilayah Kecamatan Somba Opu dan sejumlah titik yang dinilai rawan, menyusul maraknya aksi pencurian yang meresahkan masyarakat, Kamis (15/1/2026) dinihari. Dalam patroli tersebut, petugas secara tegas melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan terhadap warga yang dicurigai, sebagai langkah […]

Read more
Makassar SULSEL

Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Pembangunan Kota, Wali Kota Makassar Temui Kapolda Sulsel

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin terus memperkuat sinergi lintas institusi demi menjaga stabilitas keamanan dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam agenda silaturahmi dan pertemuan strategis bersama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, yang berlangsung di Markas Polda Sulsel. Pertemuan ini menjadi ruang dialog konstruktif […]

Read more
Makassar SULSEL

Penanganan Banjir Makassar 2026 Lebih Baik, Air Cepat Surut dan Pengungsian Selesai dalam Hitungan Hari

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi atas penanganan banjir yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada kejadian banjir Januari 2026, genangan air di sejumlah titik terpantau lebih cepat surut, sementara masa pengungsian berlangsung singkat dan terkendali. Berdasarkan data di lapangan, pada 8 titik pengungsian yang terbentuk sejak 12 Januari, sebagian besar […]

Read more