Dukungan untuk Appi – Aliyah Terus Mengalir, 78 Komunitas Relawan Ahmad Susanto Siap Menangkan Appi-Aliyah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pilkada serentak tinggal menghitung hari. Dukungan terus mengalir untuk pasangan Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (Appi – Aliyah).

Kali ini dukungan datang dari Tim Temanta’ MULIA. Tim tersebut melakukan deklarasi dukungan kepada pasangan Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (Appi – Aliyah) di Pilwalkot Makassar 2024 di Jalan Kumala Center pada Senin (30/9/2024) malam.

Tim Temanta’ merupakan relawan yang diinisiasi oleh Ahmad Susanto. Tim ini terdiri dari gabungan 78 komunitas yang sudah berpengalaman memenangkan Pileg dan Pilwalkot di Makassar. Jumlah yang hadir mencapai sekira 1.250 orang.

Appi dan Aliyah kompak hadir dalam deklarasi ini. Hadir juga Ketua Tim Pemenangan MULIA, Ilham Arief Sirajuddin dan tuan rumah Ahmad Susanto. Sejumlah anggota DPRD Makassar juga datang seperti Suharmika, Arifin Majid, Muchlis Misbah dan Irmawati Sila.

Appi tak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas bergabungnya Ahmad Susanto bersama gerbongnya dalam tim pemenangannya. Ahmad Susanto menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan MULIA yang dikomandoi IAS.

“Tidak ada kata yang bisa saya ucapkan, selain ucapan terimakasih yang sangat besar dan tidak terhingga kepada Bapak Ahmad Susanto,” kata Appi dalam sambutannya.

“Kata terimakasih ini kita harus mulai dengan sebuah pengorbanan secara individu dan secara kelompok yang dia miliki. Ini mampu memberikan support yang sangat luar biasa, di tengah besarnya tekanan yang ada untuk dirinya,” sambungnya.

Appi menggaransi siap menjalankan komitmennya bersama Ahmad Susanto. Di hadapan ribuan peserta yang hadir, ia mengaku Paslon MULIA tak akan melupakan orang-orang yang berjuang di belakangnya.

“Saya yakinkan Pak Ahmad Susanto, bahwa apa yang menjadi cita-cita kita, apa yang menjadi harapan kita, terwujud di tanggal 17 November. Yakinlah saya bersama Ibu Aliyah, adalah orang yang pandai dan tahu bagaimana cara berterimakasih,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Sindomakassar.

Ketua DPD II Golkar Makassar ini tak menampik, bergabungnya 78 komunitas ini menjadi tambahan kekuatan dalam tim pemenangannya. Makanya Appi bersyukur Ahmad Susanto masuk dalam motor penggerak MULIA di Pilwalkot 2024.

“Kehadiran 78 komunitas ini adalah sebuah cirkle baru, yang dalam pendekatan kelompok yang kami miliki. Ini jujur saya katakan, wilayah ini tidak berarsir pada kelompok pemenangan kami,” ungkapnya.

“Bahkan ini seperti opposite (berseberangan), atau terbaliknya dari kelompok yang kami miliki. Sehingga dengan bergabungnya Pak Ahmad Susanto, ini menjadi satu elemen penting yang sangat berguna dalam kontestasi pemenangan Wali Kota Makassar,” lanjutnya.

Appi berharap 78 komunitas ini bisa maksimal bekerja untuk pemenangan MULIA di Pilwalkot Makassar 2024. Menurutnya jika ini dilakukan, maka langkah Appi-Aliyah menuju kemenangan semakin mudah.

“Kalau ini bisa bergerak dengan maksimal, kalau ini kita aktivasi dengan baik, saya yakin ini bisa kita laksanakan. InsyaAllah tidak mendahului kehendak Allah SWT, tapi rasa-rasanya jalan menuju kemenangan 27 November tidak akan berat lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Susanto menggaransi 78 komunitas yang tergabung dalam Temanta’ siap memenangkan Appi-Aliyah di Pilwalkot Makassar 2024.

“Mari kita bersama-sama dengan teman-teman semua untuk memenangkan MULIA di Kota Makassar. Saya ini orang yang selalu berpikir independen, saya selalu mengikuti kata hati, dengan tujuan adalah kebenaran dengan membantu pasangan calon Wali kota ini,” kuncinya.

Adapun 78 komunitas yang hadir diantaranya Forsip Rojali, Makassar Tionghoa Community, My Team Tabe Community Kota Mks, RJL squad, Mangasa bersatu, TEMAN DB, Forum Demokrasi Makassar, BOY N FRIENDS dan Tim Pejuang Ahmad Susanto.

Selanjutnya Tim keluarga temanta (B2,T), Manggarai Community, Pemuda Maccis05, TEMANTA AS, Mariso Jaya Community(MJC), Likma Indonesia, PKPM, Balang baru bersatu, Dragon, SFAS, BARET MERAH, TEMANTA TONGJI, Andalan Fuji dan Pejuang Bola Bundar (SSB).

Kemudian Pemuda Aslob, FKP4, Mitra Community, G2RM Mono Satria, Celebes Community, Tim Sahabat AS, Nene Mallomo Community, Eksis AS, Komunitas Tiketing, LPKBDI Sulsel, Paskhas Temanta, Kobra, Simpul Muda Community dan Laksus 06.

Berikutnya Family Mariso Community, Pemuda Sambung Jawa, Teman Ta DB, Big Mouse community, Elang.Com, Referee Community, Deto Community, The Realman Nakes, NE Centre, Viar Community, Pejuang Koko, Kosmama, Temanku AS, PKM, Komunitas Lette Bersatu, Kartu As, Cyber Squadron dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Appi Desak OPD Matangkan Perencanaan, Januari 2027 Program Harus Langsung Jalan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menjadi “tukang stempel” dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, kepala OPD harus mengetahui secara utuh program yang dipimpinnya, bukan hanya menerima dokumen yang telah disiapkan bagian perencanaan kemudian memberikan tanda […]

Read more
Artikel Makassar

Meretas Asa Penyelesaian Skripsi Lewat Kepedulian BAZNAS Kota Makassar

Oleh: Moh Haekal Rumaday (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar) Menyelesaikan studi di perguruan tinggi adalah impian sekaligus tantangan besar bagi setiap mahasiswa, terutama ketika memasuki fase akhir penyusunan skripsi. Di tengah dinamika dan beban finansial tugas akhir, secercah kemudahan hadir melalui program Beasiswa Penyelesaian Studi S1 dari Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kota Makassar. Sebagai salah […]

Read more
Makassar SULSEL

LPA Sulsel dan JARAK Indonesia Dorong Penarikan Pekerja Anak di Komunitas Matoa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan bersama Lembaga JARAK Indonesia terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui Program Penarikan Pekerja Anak di Komunitas Matoa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Komunitas Matoa merupakan salah satu komunitas yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan pekerja anak. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 45 kepala keluarga (KK) […]

Read more