Jika Ingin Menulis Puisi, Mengapa Menulis Prosa?

Sebuah Renungan

Oleh Mahrus Andis

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Puisi adalah bentuk karya sastra yang bersumber dari imajinasi. Ia tersaji secara struktur bahasa yang indah, padat dan mengandung pengertian yang memperkaya batin manusia.

Puisi berbeda dengan prosa. Namun, karena dinamika pemikiran kreatif, saat ini dikenal adanya istilah puisi prosais dan puisi esai (Catatan: bagi saya, keduanya sama saja. Tambahan catatan kaki pada puisi esai tidak mengubah sifat puisi prosais).

Keindahan puisi sangat bergantung pada kecerdasan bahasa yang dimiliki oleh penyair. Anasir keindahan puisi adalah diksi (pilihan kata), majas (gaya bahasa), rima (pengulangan bunyi dalam larik) dan ritma (pengulangan kata atau kalimat dalam bait).

Ciri utama puisi, menggunakan kata konotatif yang mengandung makna dan banyak penafsiran. Karena itu, bahasa puisi bukanlah bahasa komunikasi sehari-hari. Maka jika ingin menulis puisi, mengapa menulis prosa?

Bulukumba, 7 Oktober 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Makassar

Hibah Buku dari Alumni untuk Almamater Unhas

Oleh: Rusdin Tompo (Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan) Menghibahkan buku merupakan cara saya berkomunikasi kepada seseorang atau institusi. Lewat buku-buku yang didonasikan itu, saya terhubung dengan sekolah, komunitas, coffee shop, taman baca, juga perpustakaan. Kenangan di Perpustakaan Unhas Seperti pada Kamis, 26 Februari 2026, saya ke kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) membawa belasan buku, baik yang saya […]

Read more
Artikel Makassar

Fenomena Bebas Murni Narapidana Residivis

Oleh : Achmad Khairi, S.Tr.Pas, M.Si(Kasubsi Registrasi BKD Bapas Makassar) Program pembinaan Integrasi merupakan sebuah hak bersyarat bagi narapidana yang sedang ditahan di Lapas dan Rutan. Program integrasi ini terdiri dari Cuti Bersyarat dan Pembebasan Bersyarat. Narapidana akan mendapatkan program integrasi ini pada 2/3 dari masa pidananya ditambah dengan subsider jika ada dan tidak membayar […]

Read more
Artikel Makassar

Ali dan Workshop Penulisan Kreatif

Oleh : Sunarto Firdaus (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, peserta Workshop Menulis Kreatif Seni Rupa) Lelaki itu sibuk dengan ponselnya. Ia duduk di depan gedung berlantai 3. Ukurannya tak terlalu besar, tapi desain industrial minimalisnya tampak menarik. Letak gedung itu kira-kira 100 meter dari Masjid Sultan Alauddin di Jalan Racing Center, Makassar. Udara sore itu cukup […]

Read more