Jika Ingin Menulis Puisi, Mengapa Menulis Prosa?

Sebuah Renungan

Oleh Mahrus Andis

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Puisi adalah bentuk karya sastra yang bersumber dari imajinasi. Ia tersaji secara struktur bahasa yang indah, padat dan mengandung pengertian yang memperkaya batin manusia.

Puisi berbeda dengan prosa. Namun, karena dinamika pemikiran kreatif, saat ini dikenal adanya istilah puisi prosais dan puisi esai (Catatan: bagi saya, keduanya sama saja. Tambahan catatan kaki pada puisi esai tidak mengubah sifat puisi prosais).

Keindahan puisi sangat bergantung pada kecerdasan bahasa yang dimiliki oleh penyair. Anasir keindahan puisi adalah diksi (pilihan kata), majas (gaya bahasa), rima (pengulangan bunyi dalam larik) dan ritma (pengulangan kata atau kalimat dalam bait).

Ciri utama puisi, menggunakan kata konotatif yang mengandung makna dan banyak penafsiran. Karena itu, bahasa puisi bukanlah bahasa komunikasi sehari-hari. Maka jika ingin menulis puisi, mengapa menulis prosa?

Bulukumba, 7 Oktober 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Esai

Refleksi Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” dan Perkembangan Kosakata Bahasa Media Sosial

Penulis: Prof. Dr. Idawati, S.Pd, M.Pd. (Dosen JBSI FBS UNM) Bahasa selalu bergerak mengikuti perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Dalam konteks Indonesia, dinamika kebahasaan tampak jelas pada dua ranah yang sama-sama kuat pengaruhnya, yaitu lirik lagu bahasa daerah dan media sosial. Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” yang viral di TikTok memperlihatkan bagaimana dialek daerah dapat […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Meraba Jalur, Menyusur Nadi Pulau dan Membaur

Oleh : Elmita Ayusyifa (Alumni Fakultas Kehutanan Unhas) Ada begitu banyak kisah yang layak untuk dipotret dan dituliskan dari kunjungan kami ke Barrang Lompo. Sebagai warga yang tinggal di Kota Makassar, yang bergantung setiap hari untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan motor pribadi dan jarang berjalan kaki, saya bertolak dari titik itu […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Bayang-Bayang Kelumpuhan Mengintai Nelayan Pencari Teripang di Barrang Lompo

Oleh : Mutmainnah (Alumni Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas) Bukan bervakansi, perjalanan kami di Barrang Lompo siang itu (23/4/2026) adalah untuk melihat mobilitas masyarakatnya. Melalui program Pojok Belajar Rakyat Kota untuk Inisiatif Inklusif Rendah Emisi (PARKIR) Makassar, inisiatif penelitian dan pengarsipan pengetahuan kolaboratif oleh WRI Indonesia. Bersama Bima, El, Pak Rusdin, dan Kak Stella, […]

Read more