Aksi Nyata TNI AL di Garis Pantai, Kodaeral VI & Satgas Ops Trisila ke-25 Gelar Karya Bakti di Pantai Topejawa

TAKALAR, EDELWEISNEWS.COM – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan eksistensinya sebagai penjaga samudera dan sahabat rakyat. Dalam semangat pengabdian tiada henti, Kodaeral VI bekerja sama dengan Satgas Operasi Trisila ke-25 Tahap III Tahun 2025 menggelar Karya Bakti monumental di Pantai Topejawa, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 Wita dengan semangat tinggi dan sinergi kuat antara personel TNI AL dan masyarakat pesisir. Pantai Topejawa pun berubah menjadi simbol kolaborasi militer dan sipil demi kebersihan lingkungan, pelestarian pantai, dan wujud nyata dari semangat cinta tanah air.

Aksi Hebat, kolaborasi kuat ditorengkan sejumlah 78 personel yang diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 20 personel KRI Teluk Ende-517, 25 personel Satgas Marinir Ops Trisila, 25 personel Kodaeral VI, dan 8 personel dari Staf Teritorial,yang bersama-sama bahu-membahu membersihkan garis pantai dan melakukan perbaikan fasilitas umum.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang sapu, cangkul, dan karung sampah, ini tentang menghidupkan kembali semangat gotong royong antara TNI AL dan masyarakat, menjadikan pesisir Sulsel sebagai garda depan pertahanan sekaligus kawasan yang layak dan bersihar Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M.

“Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wujud totalitas TNI AL dalam mendukung pembangunan nasional dari garis pantai hingga ke tengah samudera”, ungkap Komandan Kodaeral VI.

Wadan Satgas Ops Trisila Ke-25 Kolonel Laut (P) Chairul Rozhikin menyampaikan Melalui Karya Bakti ini, Kodaeral VI dan Satgas Trisila menegaskan bahwa TNI AL bukan hanya hadir saat darurat, tetapi selalu ada di tengah-tengah masyarakat membantu, membersihkan, memperbaiki, dan membangun.

“Kami tidak hanya menjaga perairan, tapi juga menjaga kehidupan masyarakat pesisir. Inilah kekuatan sejati TNI AL hadir, bekerja, dan mengabdi,” ungkap Wadan Satgas tersebut.

Pantai Topejawa hari ini menjadi saksi bahwa kekuatan militer Indonesia bukan hanya di kapal perang dan senjata, tapi juga dalam tangan-tangan penuh semangat yang menyatu dengan rakyat.

Kehadiran Para Tokoh TNI AL dan Pemerintahan Daerah menambah kehormatan acara, hadir langsung dalam kegiatan ini Kadister Kodaeral VI, Komandan KRI Teluk Ende-517 Letkol Laut (P) Marlin Sibarani, Danpomal Kodaeral VI, serta pejabat sipil setempat, yaitu Camat Mangarabombang, Kades Topejawa, dan Kades Punaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more