We Love Bulukumba, Kota Itu Kembali Diarsipkan Melalui Zine

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Perayaan Bulukumba ke – 66 Tahun pada 4 Februari 2026 telah disambut dengan ragam rupa. Berlalu dengan layar terkembang di antara ingatan masyarakat. Bertahan dari cerita-cerita kecil yang ditulis diam-diam, dibaca perlahan, lalu disimpan dalam ingatan. Februari ini, Bulukumba memilih cara itu: kembali ditulis.

Bukan lewat proyek mercusuar. Bukan pula melalui seremoni yang hingar. Melainkan melalui lembar-lembar zine—tipis, sederhana, tetapi kerap lebih jujur daripada buku tebal di etalase toko.

Rumah Buku SaESA membuka pengumpulan karya bertema “We Love Bulukumba” pada 13–25 Februari 2026. Karya dikirim melalui surat elektronik ke rumahbuku679@gmail.com, dengan konfirmasi partisipasi melalui pesan langsung (DM) @rumahbukusaesa dan @gelarzinefest.

Naskah terpilih akan diterbitkan dalam format zine, medium alternatif yang lahir dari semangat kolektif dan independen.

Di tengah arus narasi kota-kota besar yang berlari kencang dengan beton dan gemerlap, ruang kecil di selatan Sulawesi itu justru memilih jeda: merayakan 66 Tahun Bulukumba dengan menulis.

Tema “We Love Bulukumba” tidak diletakkan sebagai slogan promosi. Adalah ruang tafsir. Cinta, dalam konteks ini, tidak selalu berarti puja-puji. Bisa hadir sebagai esai kritis tentang perubahan ruang hidup. Bisa menjelma cerpen yang lirih tentang perpisahan. Bisa pula menjadi puisi personal, atau biografi seseorang yang diam-diam menjadi wajah kota.

Bulukumba, dalam pandangan Rumah Buku SaESA, bukan sekadar Butta Panrita Lopi. Bukan hanya pantai berpasir putih atau ritual budaya yang difoto dan dipoles dengan filter paling romantis. Kota ini adalah manusia yang menghidupi dan dihidupi ruangnya: nelayan yang pulang saat senja menggantung jingga di laut, percakapan di teras rumah yang tak pernah masuk berita, anak muda yang menyimpan mimpi di balik layar ponsel, hingga mereka yang pernah tinggal lalu pergi dan benar-benar lepas.

Ajakan menulis ini tak membatasi identitas. Tak harus tercatat sebagai warga di kartu tanda penduduk. Siapa pun yang pernah bersentuhan—secara fisik maupun emosional—dipersilakan menulis. Sebab kota, pada akhirnya, adalah milik pengalaman dan ingatan.

Pilihan format zine pun bukan kebetulan. Sebuah medium alternatif yang sejak awal dirawat oleh SaESA dalam mengkampanyekan sekolah tanpa jeda—Meluaskan Kesadaran. Medium independen, dan tak bergantung pada panggung besar. Dari sanalah cerita-cerita kecil menemukan pembacanya tanpa harus menunggu validasi industri.

Di saat banyak daerah sibuk mempromosikan diri melalui grafik pertumbuhan ekonomi dan angka kunjungan wisata, Bulukumba—melalui Rumah Buku SaESA—memilih jalur yang lebih sunyi: mengarsipkan cinta lewat kata, kota, dan kita.

Mungkin memang dari situlah sebuah kota benar-benar lahir kembali. Bukan dari spanduk dan slogan, melainkan dari keberanian untuk ditulis—apa adanya atau ada apanya.

Penulis : Sakkir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak PERADI Perkuat Pendampingan Hukum Bagi Masyarakat di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan kalangan advokat dalam menangani berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pembukaan Seminar Nasional dan Musyawarah Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia – Suara Advokat Indonesia (PERADI-SAI) Makassar yang […]

Read more
Makassar SULSEL

Munafri : Event Nasional Olympicad 8 Hidupkan Roda Ekonomi Kota Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut hangat pelaksanaan Closing Ceremony Olympicad 8 (Olimpiade Ahmad Dahlan) yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir. Hadir juga perwakilan peserta dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin […]

Read more
Makassar SULSEL

Program Perdana Jumat Bertumbuh Diikuti 50+ Peserta, Bahas Strategi Percaya Diri Marketer

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Program perdana Jumat Bertumbuh resmi digelar pada Jumat, 13 Februari 2026 secara daring dan diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar yang berlangsung pukul 19.00–20.40 WIB tersebut mengangkat tema “Strategi Membangun Kepercayaan Diri sebagai Marketer.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nilenesia Foundation dan didukung oleh PT Asia Iman Wisata […]

Read more