MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang digelar sejak 2 hingga 15 Februari 2026 resmi berakhir. Operasi yang dilaksanakan serentak ini menunjukkan capaian signifikan, khususnya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hingga 7 persen serta menurunkan angka korban meninggal dunia sebesar 36 persen.
Operasi yang mengedepankan strategi berbasis kearifan lokal “Mappatabe” tersebut merepresentasikan paradigma terintegrasi dalam manajemen keselamatan lalu lintas, dengan penguatan substansial pada kegiatan preemtif dan preventif.
Peningkatan masif giat preemtif
hingga hari ke-14 pelaksanaan, Direktorat Lalu Lintas bersama jajaran Polres mencatat lonjakan signifikan kegiatan edukatif.
Antara lain, penyuluhan tertib lalu lintas naik 251% (3.295 kegiatan, dari 938 pada 2025),
sosialisasi keselamatan berkendara naik 2.506% (8.288 kegiatan), kampanye keselamatan naik 654% (1.055 kegiatan),
edukasi digital sebanyak 74.986 kali, program Police Goes To School sebanyak 1.069 kali.
Langkah ini menunjukkan pendekatan humanis dan edukatif sebagai fondasi utama operasi.
Strategi preventif diperkuat
kegiatan preventif juga menunjukkan efektivitas strategis. Meliputi: pengaturan di jam rawan: 40.624 kali (naik 100%), kehadiran di titik rawan: 14.642 kali (naik 1.553%), pemeriksaan kendaraan: 3.532 kalir, amp check: 2.537 kali (naik 230%).
Selain itu, pemetaan lingkungan jalan: 2.103 kali, penyiapan jalur alternatif: 1.055 kali, pendekatan ini memperkuat rekayasa lalu lintas menjelang Operasi Ketupat 2026, dengan perhatian pada faktor manusia, kendaraan, dan infrastruktur secara holistik.
Penegakan Hukum Hybrid: ETLE melonjak
Pada aspek penegakan hukum (gakkum), model hybrid diterapkan dengan hasil:
ETLE naik 18.141% (1.573 pelanggaran)
Teguran naik 131.799% (9.081 pelanggaran)
Tilang konvensional turun 749% (309 pelanggaran).
Data tersebut mencerminkan transformasi penindakan yang lebih modern dan humanis.
Selain itu, pelanggaran travel gelap turun menjadi 87 kasus (-1.135%), dan pelanggaran Over Dimension Over Load (ODOL) menjadi 74 kasus (-1.169%), menunjukkan efektivitas langkah pencegahan.
Sementara indikator kecelakaan lalu lintas selama operasi mencatat:
Jumlah kejadian turun 7% (273 kasus),
Korban meninggal dunia turun 36% (18 orang), luka ringan turun 13% (335 orang),
kerugian material turun 5% (Rp385.850.000),
luka berat naik 425% (22 orang).
Secara umum, tren ini menunjukkan penurunan fatalitas yang signifikan sebagai hasil pendekatan berbasis data menuju target zero accident jelang arus mudik lebaran.
Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, SIK, MH menegaskan, bahwa operasi ini secara eksplisit menargetkan sembilan pelanggaran prioritas, yaitu, knalpot brong,
kendaraan tidak sesuai standar
sirene/rotator/strobo ilegal, TNKB palsu,
kendaraan pribadi sebagai angkutan umum,
kendaraan barang mengangkut orang,
Kendaraan penumpang tidak laik jalan,
Pengendara motor tanpa helm atau berboncengan lebih dari satu orang dan
Parkir sembarangan di bahu jalan.
“Sasaran ini mengoptimalkan preemtif dan preventif untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman,” ujarnya.
Mantan Kapolres Parepare tersebut menegaskan, bahwa capaian Operasi Keselamatan Pallawa 2026 merefleksikan integrasi strategi berbasis kearifan lokal “Mappatabe”, yang terbukti menekan fatalitas secara empiris, sekaligus menjadi fondasi kuat menyongsong Operasi Ketupat 2026 mendatang. (*)

