MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Lapangan Arafuru Mako Kodaeral VI hari ini menjadi saksi sejarah bisu sebuah perpisahan yang sarat dengan kehormatan.
Dalam sebuah upacara yang berlangsung penuh khidmat dan haru, Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., memimpin langsung ypacara Wisuda Purna Bakti Tahun 2026, Rabu (18/02/2026).

Sebanyak 27 personel wisudawan, yang terdiri dari Purnawirawan dan Wredatama TNI AL, berdiri tegak untuk terakhir kalinya dalam barisan dinas aktif. Upacara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk penghormatan tertinggi negara atas dedikasi, keringat, dan pengabdian tanpa pamrih yang telah mereka torehkan selama puluhan tahun menjaga kedaulatan maritim nusantara.
Dalam amanatnya yang menyentuh sanubari, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa status purnawirawan bukanlah titik akhir, melainkan babak baru dalam pengabdian kepada Ibu Pertiwi.

“Bagi seorang pejuang, pengabdian tidak akan pernah mengenal batas akhir. Semangat Jalasveva Jayamahe akan terus mengalir di nadi para wisudawan selama hayat masih dikandung badan. Pengabdian kalian adalah warisan berharga bagi generasi penerus TNI Angkatan Laut,” ujar Dankodaeral VI dengan nada bangga.
Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam mewakili seluruh jajaran staf Kodaeral VI atas jasa-jasa para wisudawan, khususnya selama masa bakti terakhir mereka di Kodaeral VI. Sebagai bentuk penghormatan nyata, Dankodaeral VI menyerahkan Piagam Penghargaan secara simbolis kepada perwakilan Purnawirawan dan Wredatama di tengah lapangan.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Kodaeral VI, Wadan Kodaeral VI, para Pejabat Utama (PJU), serta para Kadis/Kasatker. Suasana semakin megah dengan hadirnya barisan pasukan dari Kompi Perwira, Bintara, Tamtama, serta pasukan Yonmarhanlan VI yang memberikan penghormatan terakhir kepada para senior mereka.
Usai prosesi militer yang disiplin di lapangan, suasana mencair dalam momen Ramah Tamah yang digelar di Gedung Sultan Hasanuddin Kodaeral VI. Di tempat ini, gelak tawa dan kenangan manis selama berdinas tumpah ruah, mempererat tali silaturahmi yang tidak akan putus meski seragam dinas telah ditanggalkan.
Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit aktif bahwa setia hingga akhir adalah marwah tertinggi seorang abdi negara. (*)

