Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq Gelar Reses Kedua di Kecamatan Rappocini

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026, Rabu (18/2/2026).

Adapun reses kali ini berlangsung di Jalan Tamalate 5 Setapak 8 Nomor 40, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini.

Lokasi tersebut merupakan daerah pemilihannya yang mencakup Kecamatan Makassar, Ujung Pandang, dan Rappocini.

Melalui reses, Anwar Faruq yang juga Ketua DPW PKS Sulsel itu menyerap aspirasi warga mengenai berbagai permasalahan di wilayah.

Sejak titik pertamanya, dia menerima banyak aspirasi, mulai dsri pengadaan lampu jalan, drainase, CCTV, posyandu, dan Kartu Indonesia Sehat atau KIS.

Menurut Anwar, aspirasi warga seperti lampu jalan bisa cepat ditindaklanjuti dengan mengakses aplikasi Lontara+, sebuah layanan digital aduan dari Pemkot Makassar.

“Tetapi kalau misalnya masalah jalan, masalah yang lain, selain di aplikasi Lontara, saya juga selaku anggota dewan akan menyampaikannya langsung ke kepala dinasnya agar bisa ditindaklanjuti, bisa lebih cepat,” ucapnya.

Adapun yang paling menjadi perhatian, kata dia, adalah KIS atau BPJS yang nonaktif. Mayoritas warga di daerah pemilihannya mengeluhkan hal tersebut.

Titik masalahnya ada pada aturan desil terbaru, sebuah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan Kementerian Sosial untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial.

“Desil 1 sampai desil 5 ji yang diganti. Nah, padahal desil 5 itu pas-pasan ya. Jadi mungkin ada orang yang bisa ji apa makan pas-pasan gitu, tapi kalau sakit langsung jatuh miskin,” ucapnya.

Dia menegaskan, masalah ini akan dikawal dengan baik sebab merupakan masalah yang banyak disampaikan warga. Dia ingin mereka semua bisa merasakan layanan kesehatan gratis.

“Nah, sehingga ini perlu ditinjau lebih lanjut, mungkin diperbaiki lagi kebijakan pemerintah. Kalau dari pemerintah pusat tidak bisa, pemerintah kota mungkin juga bisa mengupayakan untuk bantuan kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan,” tutup Anwar.

Lurah Kassi-Kassi, Adhitya Zulkarnain Masdar mengapresiasi kehadiran Anwar Faruq di wilayahnya untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.

Mewakili warga, dia mengaku senang sebab masalah yang ada bisa ditindaklanjuti melalui intervensi anggota DPRD Makassar.

“Terima kasih banyak pak Dewan atas kehadirannya. Warga di sini senang bisa langsung sampaikan keluhannya, jadi untuk warga jangan sungkan bertanya,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Resmi Diluncurkan, Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Gerakan Peduli Tetangga untuk Perkuat Perlindungan Sosial

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, merata, dan tepat sasaran. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kota Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penguatan sistem pendataan dan pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu (4/10/2026). Peluncuran program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat […]

Read more
Makassar SULSEL

Kuatkan Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama, Andi Muh Ihsan Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, ras, danantargolongan. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekayaan nasional yang tak ternilai, namun di sisi lain memiliki kerentanan terhadap potensi konflik sosial jika tidak dikelola dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.0 Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal […]

Read more