MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ustadz Budi Hariyanto, Lc., M.Pd menekankan pentingnya mencari dan mengelola harta yang halal sebagai fondasi kepemimpinan yang berintegritas.
Hal tersebut disampaikannya saat membawakan materi bertema harta haram dalam sesi Spiritual Leadership Ramadhan Leadership Camp (RLC) 2026 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (24 Februari 2026).
Dalam pemaparannya, Ustadz Budi menjelaskan bahwa diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci memiliki tiga misi utama.
Pertama, memperkenalkan Allah Subhana Wa Taala kepada umat manusia melalui nama dan sifat-Nya.
Kedua, mengajak umat untuk menyembah Allah Yang Maha Sempurna dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain-Nya.
Ketiga, memperkenalkan kehidupan dunia dan akhirat beserta konsekuensinya.
“Setelah manusia diajak mengenal dan menyembah Allah Yang Maha Sempurna, maka mereka diperkenalkan tentang kehidupan dunia dan akhirat. Siapa yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan mendapatkan surga, sedangkan mereka yang menentang akan mendapatkan balasan neraka,” ujar Ustadz Budi.
Pembina Pondok Pesantren Imam Syafie Enrekang sekaligus Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Korwil Sulawesi Selatan itu menegaskan, bahwa dorongan terkuat dalam beramal adalah iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir.
Oleh karena itu, banyak perintah agama yang selalu dikaitkan dengan dua aspek keimanan tersebut.
Salah satu perintah yang menjadi pokok dakwah para rasul, lanjutnya, adalah mencari rezeki dan harta yang halal.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Mukminun yang memerintahkan para rasul untuk memakan makanan yang baik dan halal serta beramal saleh, perintah yang sama juga ditujukan kepada kaum mukminin.
Selain itu, Allah juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” Ayat tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mencari dan mengonsumsi harta yang halal.
“Agama Islam sangat menekankan pentingnya harta yang halal. Bahkan, itu merupakan sebaik-baik harta yang dapat dimiliki seorang muslim,” jelasnya.
Ustadz Budi juga mengutip sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang menyatakan bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada makanan yang diperoleh dari hasil kerja tangan sendiri.
Ia mencontohkan Nabi Daud Alaihi Salam yang meskipun seorang nabi sekaligus raja, tetap memilih makan dari hasil jerih payahnya sendiri.
“Pertama, ini ntuk memastikan bahwa harta yang diperoleh benar-benar bersih dari yang haram atau syubhat. Kedua, karena para nabi tidak diperbolehkan meminta upah dari umatnya, agar dakwah yang disampaikan tetap murni dan tidak terikat kepentingan duniawi,” tuturnya.
Ia menegaskan, kemurnian dakwah para nabi terjaga karena tidak dipengaruhi oleh relasi kepentingan apa pun. Prinsip inilah yang juga dicontohkan oleh Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassallam, yang senantiasa menjaga kemandirian dan integritas dalam kehidupan dan kepemimpinannya.
“Di antara hikmah para nabi bekerja dengan tangan sendiri adalah agar dakwah yang disampaikan benar-benar bersih, ikhlas, dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan dunia,” pungkasnya. (*)

