Wajo Masuk Lima Besar Kabupaten dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Grafik perbandingan pertumbuhan ekonomi 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan satu pesan penting: laju pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah tidak bergerak secara seragam.

Ada wilayah yang melaju cepat, ada pula yang tertinggal. Di antara daerah dengan performa terbaik tersebut, Wajo mencatatkan diri dalam lima besar kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Dalam grafik tersebut, Sidrap menempati posisi pertama dengan pertumbuhan 7,71 persen, disusul Luwu 7,43 persen. Wajo berada di posisi ketiga dengan 7,16 persen, diikuti Gowa 7,04 persen dan Jeneponto 6,59 persen.

Sementara itu, sejumlah daerah lain berada pada kisaran pertumbuhan 5 persen hingga di bawah 4 persen, dengan Bantaeng tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan terendah, yakni 2,56 persen.

Masuknya Wajo dalam lima besar bukan sekadar angka statistik. Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen untuk ukuran kabupaten menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah ini sedang berada dalam fase ekspansi yang kuat.

Artinya, nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat meningkat lebih cepat dibandingkan sebagian besar daerah lain di Sulawesi Selatan.

Secara sederhana, pertumbuhan ekonomi mencerminkan berputarnya mesin produksi dan konsumsi di suatu wilayah. Ia dapat bersumber dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, industri pengolahan, jasa, hingga investasi baru.

Konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah juga memainkan peran penting. Ketika sebuah daerah mampu masuk lima besar pertumbuhan ekonomi, itu berarti aktivitas ekonomi di wilayah tersebut bergerak relatif lebih dinamis.

Bagi Kabupaten Wajo, capaian ini memiliki makna strategis.

Pertama, ia menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang semakin menguat. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang sering berfluktuasi, pertumbuhan 7,16 persen mengindikasikan bahwa produksi dan konsumsi di tingkat lokal tetap terjaga.

Kedua, capaian ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor. Daerah dengan tren pertumbuhan positif dan stabil biasanya lebih menarik bagi dunia usaha karena dianggap memiliki prospek yang menjanjikan.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi membuka peluang memperbesar ruang fiskal daerah. Jika pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor-sektor formal dan diikuti peningkatan penerimaan pajak daerah, maka kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan juga akan semakin kuat.

Keempat, jika pertumbuhan berasal dari sektor riil seperti pertanian, perdagangan, dan industri kecil, maka dampaknya bisa langsung terasa melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Meski grafik tidak merinci sektor penyumbang pertumbuhan, secara struktural ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi pengungkit utama ekonomi Wajo.

Basis pertanian dan produksi pangan menjadi salah satunya. Wajo dikenal memiliki kawasan persawahan yang luas. Peningkatan produksi padi, jagung, atau komoditas pangan lainnya secara otomatis mendorong nilai tambah sektor pertanian. Bahkan ketika volume produksi relatif stabil, lonjakan harga komoditas juga dapat memperkuat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sebuah sumber yang dihubungi di Pelakita menyebutkan, sejak 2025, kondisi pertumbuhan ekonomi Wajo menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Jika pada 2022 pertumbuhan tercatat 2,38 persen dan bahkan sempat turun menjadi 1,43 persen pada 2023—terendah di Sulawesi Selatan—maka tren mulai berbalik pada 2024 dengan capaian 4,17 persen di masa penjabat bupati.

“Memasuki 2025, di bawah kepemimpinan bupati definitif, laju pertumbuhan melonjak hingga 7,14 persen. Angka ini menandai akselerasi yang kuat sekaligus menjadi indikator pemulihan ekonomi daerah yang semakin solid,” ucap sumber tersebut.

“Pertumbuhan 2025 tersebut terutama didorong oleh sektor pertanian. Dalam dua musim panen terakhir, produksi pertanian Wajo mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” kata dia.

“Peningkatan hasil panen ini tidak hanya memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan. Dampaknya terasa langsung pada peningkatan daya beli, aktivitas perdagangan, serta optimisme pelaku usaha di tingkat lokal,” sebutnya.

Aspek perdagangan
Penulis membaca sejumlah referensinya menyebutkan, sejak dulu Wajo selalu stabil ekonominya. Penyebabnya, kultur perdagangan yang aktif turut berperan.

Aktivitas pasar, distribusi hasil pertanian, serta perdagangan antarwilayah mendorong sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh lebih cepat. Perkembangan UMKM lokal juga berkontribusi meningkatkan konsumsi domestik, yang di banyak daerah menjadi penyumbang terbesar PDRB.

Belanja pemerintah dan pembangunan infrastruktur juga tak bisa diabaikan. Proyek infrastruktur, belanja modal pemerintah daerah, transfer dana dari pusat, serta program pembangunan desa sering berfungsi sebagai stimulus ekonomi, terutama di daerah yang struktur ekonominya masih bertumpu pada sektor primer.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga—yang di banyak kabupaten menyumbang lebih dari separuh PDRB—akan meningkat ketika daya beli masyarakat membaik, baik karena hasil panen yang bagus, harga komoditas yang stabil, maupun efektivitas program bantuan sosial.

Faktor lain yang kerap luput dari perhatian adalah stabilitas sosial dan modal sosial. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh modal fisik dan finansial, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan, partisipasi, dan tata kelola sosial.

Daerah dengan konflik rendah, partisipasi masyarakat tinggi, serta kerja sama yang baik antara warga dan pemerintah biasanya memiliki biaya transaksi yang lebih rendah dan iklim usaha yang lebih kondusif.

Tetap perlu waspada
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu dicermati secara lebih kritis. Angka pertumbuhan tidak otomatis mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

Pertanyaan penting yang perlu dijawab ke depan adalah apakah pertumbuhan tersebut inklusif, apakah kemiskinan ikut menurun, apakah ketimpangan mengecil, dan apakah lapangan kerja benar-benar bertambah.

Jika pertumbuhan hanya ditopang oleh satu sektor, misalnya pertanian musiman, maka keberlanjutan jangka panjangnya juga perlu diantisipasi.

Secara keseluruhan, posisi Wajo dalam lima besar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2025 merupakan sinyal positif bagi arah pembangunan daerah.

Tantangan berikutnya adalah memastikan agar pertumbuhan tersebut berkelanjutan, inklusif, dan mampu menjadi fondasi transformasi ekonomi jangka panjang—bukan sekadar capaian sesaat dalam grafik statistik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Silaturahmi Ramadan, Golkar Makassar Perlihatkan Kekuatan dan Kekompakan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Guna merekatkan ukhuwah Islamiyah serta memperkuat soliditas antar kader dan simpatisan di bulan suci Ramadan,.Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar, menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan salat Tarawih berjamaah. Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di […]

Read more
Makassar SULSEL

Satgas Pangan Sulsel Perkuat Pengawasan Minyak dan Beras Bersama Badan Pangan Nasional

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Makna stabilitas pangan bukan sekadar menjaga harga tetap terkendali, tetapi memastikan keamanan, mutu, dan distribusi pangan berjalan adil bagi masyarakat.  Prinsip inilah yang ditegaskan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pangan Sulawesi Selatan bersama Badan Pangan Nasional di Polda Sulawesi Selatan, Minggu (1 Maret 2026). Rakor tersebut dihadiri Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan […]

Read more
Makassar SULSEL

Jalan Hertasning Depan PLN Ditemukan Berlubang, Pemprov: Akibat Curah Hujan Tinggi, Segera Kami Perbaiki

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kondisi ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar, tepatnya di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan, menjadi sorotan masyarakat, setelah ditemukan ada titik kerusakan berupa lubang pada permukaan jalan yang saat ini masih tahap pengaspalan. Dalam potongan video yang memperlihatkan kondisi jalan tersebut memicu perhatian publik. Terlihat permukaan jalan mengalami kerusakan […]

Read more