MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Addin Jauharuddin resmi melantik Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2030 di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Jalan Perintis Kemerdekaan No. 29, Makassar, Rabu (24/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis bagi GP Ansor Sulawesi Selatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta mengoptimalkan peran pemuda Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan daerah dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP GP Ansor, H. Addin Jauharuddin, menekankan bahwa kader Ansor harus mampu menjawab tantangan zaman dengan meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan mengelola sumber daya manusia yang dimiliki.
“Kader Ansor harus memiliki kompetensi dan kreativitas. Sahabat-sahabat harus mampu mengelola potensi SDM yang dimiliki untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Addin, tantangan terbesar organisasi saat ini bukan hanya menjaga eksistensi, tetapi juga menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan kader hingga ke tingkat ranting.
“Tugas berat kita adalah bagaimana organisasi ini mampu meramu agenda-agenda baru yang lahir dari kebutuhan nyata di tingkat ranting. Dari sanalah kekuatan organisasi akan tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Selatan, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 akan memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya kader melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, penguatan ideologi kebangsaan, serta pengembangan program-program produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut, penguatan kaderisasi akan berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi organisasi serta mendukung program ketahanan pangan sebagai bentuk kontribusi nyata GP Ansor terhadap pembangunan nasional.
Mengusung semangat “Ansor Digdaya Menuju Kedaulatan Pangan”, PW GP Ansor Sulsel juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama, dunia usaha, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan menjadi awal pengabdian kepengurusan baru dalam memperkuat peran GP Ansor sebagai organisasi kader yang adaptif, inovatif, dan solutif.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, GP Ansor Sulawesi Selatan diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, daerah, bangsa, dan negara. (*)

