MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Gerindra turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran di kawasan padat penduduk Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi warga terdampak kebakaran yang kehilangan tempat tinggal. Kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat dini hari itu menghanguskan puluhan rumah dan membuat ratusan warga harus mengungsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 56 unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Peristiwa tersebut berdampak terhadap sekitar 235 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan penanganan serta bantuan dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Gerindra, Idris menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga. Menurutnya, kondisi para korban harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak. Ini merupakan musibah yang cukup besar karena banyak keluarga kehilangan rumah dan barang-barang mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, selain kebutuhan makanan dan pakaian, warga korban kebakaran juga membutuhkan perhatian terhadap tempat tinggal sementara, kebutuhan anak-anak, serta perlengkapan rumah tangga yang ikut terbakar.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Saya juga sudah koordinasi sama petugas, kecamatan kelurahan dan seluruh pihak harus hadir membantu warga melewati masa sulit ini,” katanya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Makassar melalui instansi terkait agar segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap korban. Pendataan dinilai penting untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata.
“Kami berharap penanganan tidak berhenti pada bantuan awal. Setelah ini harus ada langkah lanjutan, termasuk bagaimana kondisi tempat tinggal warga dan kebutuhan mereka ke depan,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Ia juga akan mendorong agar koordinasi antara pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, serta lembaga terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat dan tepat sasaran.
Musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian lantaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk. Puluhan rumah hangus terbakar dan ratusan jiwa harus kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.
Karena itu, selain penanganan korban, ia meminta pemerintah memperhatikan aspek pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kawasan permukiman padat di Kota Makassar.
“Ke depan tentu harus ada evaluasi, kawasan padat penduduk memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi. Pencegahan, akses bagi kendaraan pemadam, serta kesiapsiagaan masyarakat perlu terus diperkuat,” tuturnya.
Editor : Jesi Heny
