MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat menghadirkan lingkungan ramah anak melalui sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA).
Hal tersebut terungkap pada acara yang berlangsung di Hotel Dalton Makassar pada Minggu (7 Desember 2025). Hal itu menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas sektor.

Adapun narasumber pada kegiatan ini Dr. Andi Alim, SE., SKM, M.Kes, Nur Aliyah Zainal, S.IP, MA dan Sufiani Zulkifli, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Universitas Mega Buana Palopo, Dr. Andi Alim, SE., SKM., M.Kes memaparkan secara komprehensif sejumlah poin penting dalam Perda KLA, termasuk landasan hukum, tujuan regulasi, indikator evaluasi, hingga peran keluarga, pemerintah, sekolah, media, dan dunia usaha dalam mendukung pemberdayaan serta perlindungan anak.
Menurutnya, KLA bukan sebatas status administratif, tetapi wujud keseriusan membangun lingkungan sosial yang menghormati hak anak.
“Perda ini mengajak semua pihak bekerja bersama. Kota Layak Anak tercipta jika orang tua, masyarakat, dan pemerintah berada dalam satu visi,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah menyampaikan aspirasi dan kendala lapangan terkait penyediaan ruang bermain, pendidikan inklusif, dan keselamatan anak di ruang publik. Diskusi berlangsung dinamis, menunjukkan komitmen para peserta dalam mendukung pelaksanaan Perda secara nyata.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Anggota DPRD Kota Makassar, Zulhajar S.IP., MA menyampaikan apresiasi atas kehadiran para akademisi dan stakeholder yang dinilai sangat relevan dalam memperkuat substansi kebijakan. Ia menegaskan bahwa Perda KLA akan terus diperkuat melalui sinergi pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat sipil, dan pelaku usaha.
Dengan hadirnya kegiatan ini, pemerintahan kota berharap semangat perlindungan anak semakin mengakar kuat di masyarakat, sehingga Makassar dapat berkembang sebagai kota yang aman, menghargai hak setiap anak, serta memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (*)

