Akademisi UNM Teliti Dampak Program Lorong Wisata di Makassar


MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Seorang akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Haerul, S.Pd, M.Pd, M.Si telah melakukan penelitian mendalam tentang dampak program Lorong Wisata yang digagas oleh Pemerintah Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam implementasinya.

Program Lorong Wisata yang telah menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar, berupaya mengubah lorong-lorong di kota menjadi destinasi wisata yang menarik dan berdaya saing. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif.

Penelitian yang dilakukan oleh Haerul melibatkan pengumpulan data kualitatif dari berbagai sumber, termasuk wawancara dengan masyarakat setempat, pelaku usaha, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Lorong Wisata telah memberikan dampak positif dalam berbagai aspek.

Antara lain, peningkatan pendapatan masyarakat, banyak warga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif di lorong wisata, seperti berjualan makanan dan minuman, kerajinan tangan, serta jasa lainnya. Hal ini telah meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan.

Dampak lain, peningkatan kualitas lingkungan. Lorong-lorong yang sebelumnya kumuh dan tidak terawat kini menjadi lebih bersih, indah, dan tertata rapi. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat bagi masyarakat.

Dampak ketiga, peningkatan partisipasi masyarakat. Program Lorong Wisata telah mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan mereka. Hal ini meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap lorong mereka.

Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti:
• Kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep lorong wisata. Beberapa warga masih belum sepenuhnya memahami tujuan dan manfaat dari program ini. Hal ini dapat menghambat partisipasi mereka dalam kegiatan lorong wisata.

• Keterbatasan sumber daya. Program Lorong Wisata membutuhkan dukungan sumber daya yang memadai, baik dari segi dana, infrastruktur, maupun sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya dapat menghambat perkembangan program ini.

• Keberlanjutan program. Penting untuk memastikan keberlanjutan program Lorong Wisata, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Hal ini membutuhkan komitmen dan dukungan dari semua pihak terkait.

Haerul berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program Lorong Wisata di Makassar. Ia juga menyarankan agar pemerintah kota lebih meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang program ini, serta memberikan dukungan sumber daya yang memadai agar program ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gowa SULSEL

Klarifikasi Denda Balap Liar, Satlantas Polresta Gowa Tegaskan Penindakan Sesuai Aturan Hukum

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Menanggapi pemberitaan di sejumlah media online terkait penindakan balapan liar di Kabupaten Gowa, yang menyoroti keluhan seorang warga mengenai denda hingga Rp3 juta terhadap anaknya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gowa menegaskan, bahwa penindakan terhadap pelanggaran balap liar memiliki dasar hukum yang jelas dan dilaksanakan melalui mekanisme sesuai ketentuan perundang-undangan, Minggu (11/10/2026). […]

Read more
Lingkungan Makassar SULSEL

Langit Makassar Berkabut, BPBD Ingatkan Bahaya PM2.5! Fadli Tahar : Jangan Tunggu Sesak untuk Melindungi Diri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kualitas udara masuk kategori tidak sehat pada pengukuran di Maros. Asap kebakaran hutan dan lahan serta pergerakan angin menjadi faktor yang perlu diwaspadai masyarakat Sulawesi Selatan. Kabut asap bukan sekadar membuat langit terlihat suram. Di balik udara yang tampak biasa, terdapat partikel polutan berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk jauh ke dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Milad ke-33, Pemuda ICMI Sulsel Soroti Pengangguran Terdidik dan Pekerjaan Rentan di Era Bonus Demografi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Memperingati Milad ke-33, Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi publik bertajuk “Bonus Demografi atau Problematika? Membaca Masa Depan Generasi Muda Sulawesi Selatan” di Warkop Opini, Jalan Jipang Raya, Makassar. Diskusi ini membahas peluang dan tantangan bonus demografi, mulai dari kualitas sumber daya manusia dan persoalan ketenagakerjaan hingga peran […]

Read more