Aksi Heroik Prajurit TNI AL, Antarkan Nenek yang Sempat Tersesat ke Markas Kodaeral VI ke Pelukan Keluarga

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Aksi heroik dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh prajurit Matra Laut. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menjelang berbuka puasa, personel Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) melakukan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati dengan mengantarkan seorang lansia yang tersesat di sekitar kawasan Kodaeral VI, Kamis (12/3/2026).

​Kejadian bermula saat terik matahari mulai meredup di Kota Makassar. Seorang nenek bernama Dg. Kebo (60), warga Jalan Veteran, ditemukan dalam kondisi linglung di sekitar pos penjagaan Markas Kodaeral VI, Kecamatan Ujung Tanah. Dengan tatapan kosong dan langkah yang tidak tentu arah, keberadaan lansia tersebut langsung tertangkap oleh mata sigap Prajurit Jaga Kesatriaan.

​Sesuai dengan instruksi pimpinan untuk selalu peka terhadap kesulitan rakyat, prajurit jaga segera melaporkan temuan tersebut kepada Perwira Divisi Jaga, Lettu Laut (T) Mohan Abidin. Tanpa membuang waktu, Lettu Laut (T) Mohan langsung menghampiri Dg. Kebo untuk memberikan rasa aman dan melakukan pendekatan persuasif guna menggali informasi.

​Dari keterangan yang terbata-bata, diketahui bahwa Dg. Kebo baru saja mengantarkan cucunya dari rumah di Jalan Veteran menuju Pasar Cidu untuk membeli takjil. Namun, faktor usia dan kondisi fisik membuatnya kehilangan arah hingga berjalan jauh ke area militer.

​Merespons cepat situasi tersebut, Lettu Laut (T) Mohan Abidin segera memerintahkan Bintara Jaga, Serda Jas Dwi Jatmoko, untuk mengambil tindakan evakuasi kemanusiaan. Menggunakan kendaraan dinas, Serda Jas Dwi Jatmoko dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang langsung mengantarkan Dg. Kebo kembali ke kediamannya di Jalan Veteran Makassar guna dipertemukan kembali dengan keluarganya.

​”Apa yang dilakukan oleh prajurit hari ini adalah implementasi nyata dari 8 Wajib TNI, khususnya poin kedelapan: Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” ujar Lettu Laut (T) Mohan Abidin dalam keterangannya.

​Aksi sigap ini menjadi bukti bahwa TNI Angkatan Laut tidak hanya menjadi garda terdepan dalam kedaulatan maritim, tetapi juga menjadi “malaikat pelindung” bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan di daratan. Keberadaan Kodaeral VI di tengah masyarakat Makassar bukan sekadar simbol kekuatan, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

​Kini, Dg. Kebo telah berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat. Sebuah aksi kecil dari prajurit Kodaeral VI, namun memberikan dampak besar bagi keselamatan warga sipil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Olahraga SULSEL

IPSI Makassar Optimistis Raih Prestasi di Porprov Sulsel XVIII, 19 Atlet Siap Bertarung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Kota Makassar siap mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone, 7–14 November 2026. Melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, sebanyak 19 atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan. Kontingen […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

MAKASSAR, EDELWEIS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Gojek ikut mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas, khususnya melalui edukasi kepada para mitra pengemudi. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Munafri berharap Gojek […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more