Angka Kemiskinan di Lutim Menurun, Ini Terungkap dalam FGD Bapelitbangda

LUWU TIMUR, EDELWEISNEWS.COM -Bapelitbangda Lutim memaparkan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Bapelitbangda, Selasa (11/11/2020). FGD ini bertujuan untuk mengevaluasi dan sinkronisasi percepatan pelaksanaan program/kegiatan penanggulangan kemiskinan daerah yang sudah dialokasikan di OPD lingkup Pemeritah Kabupaten Luwu Timur tahun 2020 .

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bapelitbangda, Dohri As’ari tersebut, menghadirkan narasumber Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Lutim, Ismaya Gusmi dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda Lutim, Mahyuddin dan peserta hadir para kepala OPD terkait, Camat, dan BPS Luwu Timur.

Dalam paparannya, BPS menyampaikan gambaran umum Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Luwu Timur, yakni total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Luwu Timur pada tahun 2018 – 2019 mengalami fluktuatif. Dimana Total PDRB Tahun 2018 Luwu Timur dengan Tambang sebesar 3,39 %, tahun 2019 sebesar 1,17 %. Sementara PDRB Lutim tanpa tambang nikel di tahun 2018 sebesar 7,66% dan tahun 2019 sebesar 5,96 %.

Pengukuran pertumbuhan ekonomi diperoleh dari PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Data PDRB ADHK lebih menggambarkan perkembangan produksi riil barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi daerah tersebut.

Sementara untuk gambaran kemiskinan di Luwu Timur, terlihat mengalami penurunan dalam kurun tiga tahun terakhir yakni tahun 2017-2019. Dimana pada tahun 2017 sebesar 7,66 % (21.940 jiwa), 2018 sebesar 7,23 % (21.150 jiwa) dan 2019 persentase peduduk miskin di Lutim berada di angka 6,98 % (20.830 jiwa) dibawah angka Kemiskinan Provinsi (8,69 %) dan Nasional (9,41 %). Dengan kondisi ini menempatkan Luwu Timur berada di posisi ke 20 sebagai daerah yang memiliki Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 atau terendah  ke-5 dari Kabupaten/Kota se – SulSel.

Sedangkan untuk Luwu Raya, Lutim termasuk daerah yang memiliki jumlah warga miskin dengan persentase terendah, yakni 6,98 % dibanding tiga kabupaten/kota lainnya,.yaitu Kota Palopo (7,82), Lutra(13,60) dan Luwu (12,78).

Kepala Bapelitbangda Lutim mengungkapkan, penanggulangan kemiskinan tidak  dapat diselesaikan oleh satu OPD, melainkan  harus dilakukan oleh lintas OPD dan lintas K/L. Selain itu, penanggulangan kemiskinan juga bersifat tematik, sehingga perlu dibentuk tim koordinasi untuk  menjembatani pelaksanaan  program/kegiatan lintas OPD.

Apabila melihat data tren kemiskinan dari tahun ke tahun, Kabupaten Luwu Timur menunjukkan ada upaya pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Boleh dikata cukup berhasil, tetapi Pemda tidak puas dengan angka tersebut. Bapelitbangda akan terus mengkaji program dan kegiatan yang signifikan dan tepat sasaran dalam mengentaskan kemiskinan yang nantinya akan menjadi arahan OPD terkait, maupun pemerintah desa dalam pengentasan kemiskinan.

Adapun sejumlah program telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan. Antara lain, pemberian beasiswa perguruan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, bantuan seragam sekolah, nantuan bus sekolah, pendidikan gratis (PAUD- SMP/sederajat).

Selain itu, ada juga kesehatan gratis, asuransi kesehatan masyarakat (UHC), peningkatan akses masyarakat miskin terhadap usaha produktif, rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 1.270 unit per tahun x 5 tahun.

Kemudian pengadaan PLTS untuk rumah tangga terpencil di luar jangkauan PLN, serta bantuan perlindungan sosial lainnya, yang terdapat di Dinas Sosial, bantuan sektor pertanian dan kelautan, perbaikan infrasturktur jalan, jembatan, drainase, dan yang terakhir pendidikan dan pelatihan kerja.

“Jadi  harapan kami, tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang agar semua program dan kegiatan berbasis data terpadu. Oleh sebab itu, program dan kegiatan yang dilakukan OPD perlu terus dipantau kontribusinya terhadap penurunan angka kemiskinan, serta melakukan monitoring dan evaluasi capaian kinerja secara berkala,” tukas Dohri. (hms)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Melinda Aksa Ajak Warga Gerakan Pilah Sampah dari Sumber

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Makassar dipusatkan di Kecamatan Wajo, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam penanganan persoalan sampah dari sumbernya. Rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Lingkungan […]

Read more
Makassar SULSEL

Makassar Tuan Rumah Konferensi Internasional Radiologi Kedokteran Gigi, Aliyah: Momentum Perkuat Kolaborasi Global

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of Dentomaxillofacial Radiology (SIMNAS IKARGI XIII) yang dirangkaikan dengan The 3rd International Joint Conference 2026 antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan Niigata University Jepang, di Macora Ballroom Hotel The Rinra Makassar, Jumat (5/6/2026). […]

Read more
Makassar SULSEL

Dukung Stadion Untia, PIP Serahkan Aset ke Pemkot Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar, menerima penyerahan aset dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan utama Stadion Makassar di Untia. Penyerahan aset tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur PIP Makassar, Rudy Susanto, bersama jajarannya kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi sejumlah SKPD terkait, di Rumah Jabatan Wali Kota […]

Read more