Angka Stunting di Luwu Utara Terus Menurun

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS.COM – Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat sampai pemerintahan kabupaten. Bagaimana tidak, secara nasional angka stunting di Indonesia terbilang cukup tinggi, masih di atas 20%. Angka ini masih di atas dari target WHO yang menginginkan prevalensi di bawah 20%. Pemerintah pusat pun menargetkan prevalensi stunting 14% di tahun 2024.

Bagaimana di Luwu Utara? Data laporan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat melalui sistem elektronik (e -PPGBM) disebutkan, bahwa angka stunting di Luwu Utara sejak 2018 – 2020, terus mengalami penurunan. Tahun 2018 tercatat 31,1% angka stunting di Luwu Utara. Angka itu kini menurun menjadi 19,65% di 2020. Capaian ini tentu luar biasa, sekaligus menggembirakan, karena target nasional adalah 14% di tahun 2024. 

“Untuk mencapai target nasional tahun 2024, maka kita perlu melakukan penajaman analisis situasi yang lengkap, sehingga kegiatan yang menjadi prioritas kita nantinya adalah kegiatan yang tepat sasaran, baik di Perangkat Daerah Kabupaten sampai kecamatan dan desa,” kata Plh. Bupati Luwu Utara, Armiadi, saat membuka Workshop Analisis Situasi Program Penurunan Stunting, Kamis (18/2/2021), di Aula Hotel Bukit Indah Masamba. 

Armiadi mengatakan, upaya percepatan pencegahan stunting tentu akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergen di tingkat kabupaten sampai desa. Upaya ini, kata dia, terbukti efektif menurunkan angka stunting di Lutra.

“Coba kita lihat, hasil riset pada tahun 2013. Prosentase stunting kita ada di angka 43,2%, kemudian tahun 2018 menjadi 31,1%. Puncaknya 2020, angka stunting kita menjadi 19,65%,” terang dia.  

Untuk itu, Armiadi berharap, kegiatan workshop ini dapat menghasilkan analisis data yang lengkap, sehingga dapat digunakan sebagai bahan penyusunan perencanaan untuk tahun 2022 mendatang.

“Kita memang perlu menyusun strategi yang tepat dalam rangka mengakselerasi pencegahan stunting, yang nantinya diharapkan bisa menjadi acuan bersama, mulai dari tingkat pusat, sampai ke tingkat desa,” pungkasnya.

Sementara Kabid Kesmas Syahruni, menyebutkan, tujuan kegiatan tersebut untuk memperoleh alokasi sumber daya yang dikelola kabupaten/kota bagi peningkatan cakupan layanan intervensi gizi terintegrasi. Workshop ini juga memprioritaskan upaya perbaikan manajemen layanan dan peningkatan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gizi terintegrasi.

Workshop diikuti 40 peserta, terdiri dari Kepala PD, Camat, Tim Ahli P3MD, para Kabid Lingkup Dinkes serta para Kepala UPT Puskesmas. 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan narasumber dari Tim Tenaga Ahli Kebijakan Publik Program Stunting Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), yaitu Lukman Nurhakim dan Besse Kuti. Hadir pula Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara Marhani Katma, serta Camat Malangke Tasman. (hms)

Editor : Anisah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

JMSI Sulsel Serukan Masyarakat Wajib Melek Digital

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan mengajak masyarakat untuk memperkuat literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya ancaman kejahatan siber. Ajakan tersebut disampaikan Pengurus JMSI Sulsel, Arwan Haspri, saat menjadi narasumber dalam Dialog HMI Sulawesi Selatan bertajuk Digital Trust Forum: Data, Cyber and Future of Society yang digelar di […]

Read more
Makassar SULSEL

Di Kecamatan Panakkukang, Munafri Ingin Pesta Rakyat Libatkan Warga dan UMKM Lokal

MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri pesta rakyat yang digelar Pemerintah Kecamatan Panakkukang di Lapangan Sepak Bola AURI, Kelurahan Karampuang, Senin (31/8/2026) malam. Pesta rakyat tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar dan dilaksanakan secara bergilir di 15 kecamatan. […]

Read more
Makassar SULSEL

Pemkot Makassar dan BPN Perkuat Sinergi, Penertiban dan Kepastian Hukum Aset Kota

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar memperkuat sinergi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar dalam membenahi tata kelola administrasi pertanahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang. Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Pelaksanaan Administrasi Pertanahan dan Peningkatan Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang di Kota […]

Read more