Arifuddin Ahmad Kembali Terpilih sebagai Ketua FKUB Kota Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar H. Arifuddin Ahmad kembali terpilih melalui Musyawarah Pengurus yang dilaksanakan Senin (23/12) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. 

Menurut salah seorang panitia penyelenggara musyawarah, Hasan Pinang, terpilihnya kembali Arifuddin Ahmad karena dianggap belum ada figur yang tepat dan layak untuk menggantinya. Sebab, Ketua FKUB harus mampu membangun komunikasi aktif dengan seluruh pemuka agama-agama yang ada di Kota Makassar, baik dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, termasuk tokoh agama dan atau organisasi agama di kalangan umat Islam. 

Berdasarkan hasil pemelihan yang dihadiri oleh lebih dari dua pertiga pengurus FKUB Kota Makassar ini, secara aklamasi kembali mengukuhkan petahana untuk tetap memimpin FKUB periode 2020 hingga 2024 mendatang. 

H. Arifuddin Ahmad diakhir musyawarah mengemukakan masalah utama yang sangat dibutuhkan, yakni terkait pengadaan sekretariat FKUB Kota Makassar.

“Saya menargetkan paling lambat dalam satu tahun ke depan, sekretariat sebaiknya sudah ada. Apabila dalam setahun ke depan tidak mendapatkan sekretariat, maka dengan terpaksa saya akan mundur sebagai ketua,” tegasnya. 

WhatsApp Image 2019-12-23 at 16.47.39.jpeg

Selain itu, disepakati beberapa agenda penting yang harus dilakukan, menyangkut kepengurusan. Diminta untuk menyusun struktur pengurus paling lambat seminggu. Ujian berat yang dihadapi bersama diakhir tahun, karena sangat krusial. “Bagaimana kerukunan menjadi tanggung jawab bersama, dan tanpa kebersamaan dan kerjasama, maka kerukunan akan sulit terwijud,” ungkap ketua terpilih ini.

Lebih lanjut, Kakan Kemenag Kota Makassar, H. M. Arsyad Ambo Tuo saat menutup musyawarah FKUB menyatakan, berbicara tentang agama, maka di dalamnya adalah berbicara tentang kemaslahatan seluruh umat yang ada di dalamnya.

“Melalui forum ini bersama seluruh majelis agama-agama, kiranya terbangun komunikasi dan kerjasama demi kemaslahatan dan kerukunan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kakan Kemenag menawarkan tempat sebagai sarana pertemuan dan rapat bagi pengurus FKUB, selama belum mendapatkan sekretariat yang jelas. Tapi dia mengusulkan untuk melakukan komunikasi dengan pengurus FKUB Provinsi agar dapat memaksimalkan penggunaan sekretariat FKUB tingkat provinsi, yang gedungnya tepat bersebelahan dengan Kantor Kemenag Makassar.(hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Sekolah Tanpa Warna: Dari Pedalaman Kalimantan Timur, Musakkir Basri Merawat Harapan Pendidikan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM -.Di tengah hutan Busang–Long Nyelong, sebuah sekolah sederhana menyimpan pelajaran yang tak selalu ditemukan dalam kurikulum. Dari tempat itulah Musakkir Basri merangkai catatan perjalanan seorang guru dalam buku Sekolah Tanpa Warna, terbitan KALIPUSTAKA. Pendidikan kerap dipamerkan melalui angka-angka, gedung-gedung megah, ruang kelas yang nyaman, dan teknologi yang terus diperbarui. Di atas meja perumusan […]

Read more
Jakarta Makassar SULSEL

Lontara+ Jadi Andalan Transformasi Digital Makassar, 92 Persen Pengaduan Warga Tuntas

JAKARTA, EDELWEISNEWS COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat transformasi digital melalui integrasi layanan publik, pengelolaan data terpadu, dan sistem pemantauan kinerja pemerintahan. Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah super app Lontara+, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu platform. Strategi tersebut dipaparkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota […]

Read more
Makassar SULSEL

Kapolri : Commander Wish Jadi Pedoman Personel dalam Melayani Masyarakat

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Commander Wish menegaskan, bahwa setiap anggota Polri harus senantiasa memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan menyelesaikan persoalan bersama masyarakat. Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. “Setiap anggota Polri […]

Read more