Berkenalan dengan Kholbia dan Dita, Pebulu Tangkis Cilik Murid SD Negeri Borong, Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kholbia dan Dita, keduanya murid kelas 4A SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Di sekolahnya yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8, kedua anak ini bermain dan bersenda gurau, layaknya anak-anak seusianya.

Siapa nyana, Kholbia dan Dita punya potensi sebagai pemain bulu tangkis andal di masa mendatang. Bulu tangkis merupakan hobi keduanya, yang kini digeluti serius.

Keduanya ditemui saat jam istirahat, di sekolahnya, Kamis (28 Agustus 2025). Kholbia punya nama lengkap Kholbia Ainun, lahir di Makassar, 7 Desember 2014.

“Sebenarnya hobiku sepak bola, tapi mamaku mau saya main bulutangkis,” ungkap Kholbia polos.

Ia bergabung dengan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Wiston, yang berada di dekat waduk Borong, sejak tahun 2024 lalu. Di perkumpulan bulu tangkis ini, Kholbia dilatih oleh Bu Indah Woro.

Ia menilai pelatihnya itu bagus, karena melatih dia dan teman-temannya agar menjadi pebulu tangkis hebat. Mulai dari cara melangkah dan memukul yang benar, semua diajarkan.

Kholbia berlatih 2 kali sepekan, pada hari Sabtu dan Minggu. Kalau Sabtu, dia berlatih pukul 10.00-12.00. Sedangkan Minggu, berlatih agak lama, mulai pukul 08.00 hingga 12.00.

Ketika ditanya, kenapa suka sepak bola? Jawabnya sederhana. Karena ia tertarik dengan Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, Spanyol, yang tengah bersinar.

“Yamal itu jago mainnya. Saya suka,” kata Kholbia sambil tersenyum.

Sebagai pemain bulu tangkis pemula, dia belum pernah mengikuti kejuaraan di luar. Hanya sebatas pertandingan internal. Itu pun Juara 2. Namun dia tetap semangat.

Ini cara agar mereka punya mental kompetisi sekaligus menakar kemajuan berlatihnya.

“Cita-cita saya mau masuk tentara. Kalau saya lihat orang latihan tentara di TikTok, kayak mau ma cepat-cepat dewasa,” kata Kholbia dengan mimik lucu.

Setiap kali ngobrol dengan Kholbia tentang bulu tangkis, dia akan memanggil temannya, Dita. Dita punya nama lengkap, Rafifah Putri Anindita.

Gadis kecil kelahiran Makassar, 6 Maret (dia tak ingat tahunnya hehehe) ini, selain hobi main bulu tangkis, juga senang berenang.

Dita sudah ikut berlatih bulu tangkis sejak kelas 2 SD. Dia bergabung dengan PB MBC.

Latihannya seminggu tiga kali, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Setiap pukul 4 sore sampai 8 malam.

Menurut ceritanya, Dita ini pernah mengikuti beberapa kejuaran bulu tangkis. Antara lain di Malang, Balikpapan, dan Makassar. Pekan depan, dia akan ke Kabupaten Sidrap, juga untuk mengikuti kejuaran bulu tangkis.

“Saya nanti mau jadi guru, supaya bisa mengajar anak-anak,” terang Dita tentang cita-citanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

SSB Batugarumbing Tantang Teror, Pemuda Bontonyeleng Menolak Bungkam

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Teror tak menyurutkan langkah SSB Batugarumbing. Sanggar Seni Budaya desa ini menjadi sasaran setelah lantang menyeret isu “Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa.” Di balik perayaan dan gegap gempita Agustus, ada luka yang dibiarkan menganga: pemuda yang menuntut transparansi justru dibungkam dengan cara licik. Mereka diserang bukan lewat […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru terperosok dalam kegelapan. Tidak ada kegiatan 17 Agustus, tidak ada dukungan bagi pemuda, dan yang tersisa hanyalah kecewa yang menggumpal. Sanggar Seni Budaya Batugarumbing (SSB) berdiri di barisan depan menyuarakan keresahan. Ketua umum mereka, Muh. Alif Dermawan, […]

Read more
Makassar SULSEL

Empat Korban Tewas Akibat Gedung DPRD Makassar Dibakar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat malam (29/8/2025), bertambah. Hingga Sabtu dini hari, tercatat empat orang tewas dalam peristiwa tersebut. Dua orang yakni Syaiful Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah dan Budi anggota Satpol PP dinyatakan meninggal dunia akibat lompat dari lantai empat saat api mulai membesar. Sementara […]

Read more